Tuesday, 18 September 2018

Puluhan Murid SD Diduga Keracunan Mie Instan

Senin, 3 September 2018 — 17:24 WIB
Ilustrasi Keracunan (eka)

LAMPUNG -Sebanyak 21 murid SDN 3 Bangunan, Kecamatan Palas, Lampung Selatan diduga keracuan usai menyantap mie instan yang dibeli dari seorang pedagang yang berjualan di luar lingkungan sekolah, Senin (3/9/2018) pukul 07.00 WIB.

Puluhan murid SDN tersebut, mengalami mual dan muntah-muntah. Beruntungnya, kejadian itu tidak menimbulkan korban jiwa setelah mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Palas.

Kepala Sekolah SDN 3 Bangunan, Watio mengatakan, keracunan tersebut terjadi saat siswa mengikuti jam pelajaran pertama pukul 08.30 WIB.

Mengetahui hal itu dan khawatir terjadi sesuatu , saat itu juga pihaknya langsung segera memanggil UPTD Puskesmas Palas.

“Semuanya ada 21 anak yang mengalami mual dan muntah-muntah. Menurut keterangan dari murid ini, katanya mereka baru saja jajan mie instan yang pedagangnya berjualan di luar sekolah,”ungkapnya,

Seluruh anak-anak kata Watio, sudah mendapatkan pengobatan medis dari Puskesmas setempat dan mereka sudah dinyatakan pulih oleh tim medis .

“Hingga saat ini, belum diketahui siapa pedagang yang menjual mie instan itu. Kalau keterangan dari beberapa siswa dan warga, katanya baru dua hari pedagang itu berjualan di dekat sekolah,”jelasnya.

Camat Palas, Rika saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. “Ya benar, Alhamdulilah kondisi murid sudah membaik dan pihak puskesmas sudah membawa sampel mie instan yang jadi penyebabnya untuk dicek di laboratorium. Kita mengimbau, kepala sekolah-sekolah harus lebih berhati-hati lagi dan mengawasi murid di sekolahnya,”ungkapnya.

Kepala UPTD Palas, Bambang Priyanto mengatakan, pihaknya telah membawa sampel makanan mie instan yang diduga menjadi penyebab puluhan murid SD mengalami keracunan ke laboratorium Dinas Kesehatan Lampung Selatan.

“Ya kami sudah bawa sempel makanan itu untuk dicek di lab, untuk mengetahui apakah kadarluarsa atau ada kandungan berbahaya lain di makanan itu dan untuk hasil labnya belum diketahui,”ujarnya. (Koesma/b)