Friday, 21 September 2018

Terus Mengobarkan Optimisme

Senin, 3 September 2018 — 6:38 WIB
tawuran

SUKSES hajatan besar Asian Games 2018 di DKI Jakarta dan Palembang bukan hanya mengobarkan optimisme pada prestasi olahraga Indonesia, melainkan juga optimisme Indonesia sebagai bangsa di antara negara negara Asia dan dunia.

Pesta olahraga terbesar Asia itu mengulang sukses sebagai tuan rumah di tahun 1962 yakni 56 tahun silam, dengan gemilang, tak hanya dari perolehan medali, melainkan juga acara pembukaan dan penutupan, penyelenggaraan kegiatan yang memperoleh puji pujian dari semua peserta tamu.

Ternyata kita bisa !

Padahal sebelum itu, event prestisius ini dibayangi pesimisme. Tak kurang mantan Menteri Olahraga era SBY, Roy Suryo meredam dengan kalimat “harus realistis” – Akankah minimal target 16 (enam belas) medali emas tersebut tercapai?” tanyanya.

”Optimis perlu namun harus realistis juga,” ujar Wakil Ketua Umum Partai Demokrat itu . Selama Roy Suryo jadi Menpora prestasi olahraga “memble”. Hanya 4 emas. Sedangkan kini, di zaman Jokowi dan Menpora Imam Nahrowi meraup 31 emas 24 perak 43 perunggu. Kini Roy Suryo jadi olok olok di mana mana. Dan sebagai politisi, waketum partai Mercy, dia terus bersilat lidah.

Menjadi tuan rumah penyelenggaran Asian Games 2018 juga menuai manfaat tersendiri bagi Indonesia. Perputaran bisnis dan ekonomi di balik pertarungan antar atlet antara negara Asia ini mencengangkan.

Banyak yang menyebut ini proyek menghabiskan uang. Tapi coba hitung, dengan modal Rp30 triliun untuk membangun berbagai fasilitas untuk atlet tamu dan venue pertandingan, infrastuktur pendukung, selama acara lomba berlangsung Indonesia mendapat pemasukan Rp 45 triliun! Dan semua fasilitas yang direnovasi, perumahan atlet dan faslitias pendukung lainnya yang dibangun, menjadi milik kita!

Atlet mendadak jadi miliarder. Total Rp.210 miliar dibagikan di istana sebagai bonus kepada atlet, pelatih dan tim official yang berprestasi. Upacara belum selesai, rekening sudah ditransfer – tidak diputer puter dulu, seperti dulu. Luar biasa.

Tak pelak, gelaran olahraga empat tahunan ini memberi dampak positif. Tak heran, bila Presiden Jokowi langsung ancang ancang Indonesia jadi Tuan Rumah Olimpiade di tahun 3032 – pada masa dia malah sudah tidak menjabat lagi! Bandingkan dengan politisi yang pesimis dan meramalkan Indonesia akan bubar di tahun 2030!

Dengan raihan 31 medali emas, 24 perak, 43 perunggu dan tersedianya infrastruktur bertaraf internasional, di Gelora Bung Karno Senayan, velodrom baru di Rawamangun, renovasi stadion di Bogor, Cikarang, dan lainnya, juga venue di Palembang, atlet kita lebih optimis menghadapi Sea Games 2019 di Manila, Filipina dan bertarung di ajang Olimpiade 2020 di Tokyo. – dimas