Saturday, 22 September 2018

Bercerai Dari Suami Pertama, Cerai Nyawa Di Suami Kedua

Selasa, 4 September 2018 — 7:13 WIB
akibat selingkuh

KASIHAN nasib Bu Guru Elmira, 35, dari Bangka ini. Dia bercerai dari suami pertama karena tak bahagia.Tapi ganti suami yang kedua, justru makin tak bahagia. Dulu cerai badan, kini cerai nyawa gara-gara suami keduanya cemburu buta. Tahu bininya punya PIL, langsung dibekap bantal sampai wasalam.

Kata orang, punya bini cantik itu sangat berbahagia. Siapa bilang? Bahagia kan pada awal-awalnya saja. Setahun dua tahun, sudah tak bahagia lagi, manakala istri banyak tuntutan dan suami tak mampu mewujudkan. Tambah tak bahagia lagi jika bini kemudian kabur, karena mencari lelaki yang sanggup membahagiakan lahir batin. Nah, suami cap apa yang tak ngenes jadinya?

Perempuan cantik yang terlalu banyak tuntutan, salah satunya adalah  Elmira, warga  Bangka Belitung. Saat menikah kali pertama dengan Fadlimon, sangat bahagia. Di samping ganteng, romantis pula. Tapi ternyata Fadlimon ini hanya ganteng, tapi pribadinya sudah kayak perempuan. Nyinyirnya minta ampun.

Apa saja perilaku Elmira, selalu dikomentari dan tak ada yang bener. Begini salah, begitu salah, tapi ngajak begituan melulu. Mending kalau bisa memanjakan istri secara materi. Sebagai pegawai gajinya kecil, untung Elmira jadi guru, sehingga ada pos pemasukan lain. Tapi gara-gara kelakuan Fadlimon, di matanya suami sudah seperti Doraemon.

Capek sudah punya suami Fadlimon, sehingga meski sudah ada anak satu Elmira menuntut cerai. Tapi karena memang dasarnya cantik, baru menjanda 3 bulan sudah banyak yang mengincarnya. Mereka mengajak berkoalisi dengan syarat tanpa mahar Rp 1 triliun.

Pilihan Elmira kemudian jatuh pada Fahri Absah, karena dia tak keberatan dengan anak bawaan istri. Tapi 3 bulan menikah, sudah ketahuan aslinya. Di samping suka nyinyir, juga pecemburu nomer wahid. Ke mana saja selalu dicurigai, punya gebedan baru lagi. Kesanya Elmira dilarang bergaul sama orang, tapi Fahri Absah paling getol menggauli. Alasannya, “Wong ini istriku yan absah, peduli amat!”

Karena terlalu dicemburui dan dikekang, sehari-hari terjadi keributan dalam rumah kontrakannya. Tetangga pun jadi kesal. Kalau tiada hari tanpa teh botol, itu enak dan seger. Tapi tiada hari tanpa dengar orang ribut, di mana enaknya?

Tiba-tiba Fahri Absah meninggalkan rumah, meninggalkan istri dan anak bawaannya. Warga malah senang, karena tak ada lagi yang ribut melulu. Sampai kemudian terjadi kegemparan. Bu Guru Elmira ditemukan meninggal dengan pergelangan putus urat nadinya.

Warga menduga Elmira bunuh diri karena kecewa dengan suami barunya. Beda dengan polisi, mereka tak langsung percaya. Dari olah TKP diketahui, dia putus urat nadinya ketika sudah tak bernyawa. Itu artinya ada pihak yang memotongnya, lalu siapa di  gerangan?

Berdasarkan saksi-saksi tetangga, kemudian polisi mencurigai Fahri Absah yang suka ribut, apa lagi sampai pisah rumah. Lelaki suami gelombang kedua itupun dicari dan langsung ditangkap. Dalam pemeriksaan dia mengaku bahwa sebelum disayat pergelangan tangannya, Elmira sudah dibekap pakai bantal sampai tak bisa bernapas dan tewas. “Saya cemburu, dia sudah punya PIL lagi,” kata Fahri Absah terus terang.

Kalau terang terus, itu iklan bohlam. (BP/Gunarso TS)