Friday, 21 September 2018

Ketika Emak-emak Mulai ‘Melek’ Politik

Selasa, 4 September 2018 — 6:55 WIB
sentilan ibu ibu demo

KAUM perempuan kini rupanya bukan cuma memprotes soal harga sembako yaang fluktuasinya naik turun. Emak-emak pun kini ‘melek’ politik. Biasanya ibu-ibu turun ke jalan sambil membawa panci, penggorengan, ulekan dan segambreng alat masak memasak. Maklum, mereka sangat merasakan dampak dari harga kebutuhan dapur.

Tapi yang terjadi Senin (3/9) kemarin berbeda. Kelompok perempuan yang menamakan diri Barisan Emak-emak Militan (BEM), menggeruduk Kantor KPU di Jl. Diponegoro, Jakarta Pusat.  Rupanya kalangan ibu rumah tangga kini tidak mau hanya dianggap berkutat dengan dapur saja.

Emak-emak pun tak mau kalah dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang bila turun ke jalan membawa mobil komando. Emak-emak juga berorasi di atas mobil komando, yang mungkin dipakai anaknya ketika berunjukrasa.

Tuntutan yang diusung, meminta Presiden Joko Widodo menanggalkan jabatan karena nyapres lagi.  Rupanya BEM-nya ibu-ibu terinspirasi pada mundurnya Sandiaga Uno dari jabatan Wakil Gubernur DKI karena maju di Pilpres 2019.

UU Pemilu memang tidak mengharuskan Presiden dan Wapres mengundurkan diri ketika maju lagi di Pilpres. Tapi, kaum ibu ini mendesak Jokowi mundur. Katanya, mereka takut  Jokowi menyalahgunakan wewenang dan melakukan kampanye terselubung.

Yang jelas, ibu rumah tangga zaman now tak mau lagi dianggap hanya mengurusi rumah tangga belaka, atau dianggap cuma nonton sinetron melulu. Mereka juga kini mulai berpolitik.

Mulai dari  kebijakan pemerintah, urusan politik, urusan ekonomi, kini diawasi kaum emak-emak meski mereka tidak duduk di bangku legislatif.

Jadi, massa pengunjukrasa kini bukan hanya didominasi mahasiswa, LSM atau ormas. Emaknya mahasiswa pun mulai turun ke jalan. – (Jeng Adri)