Tuesday, 25 September 2018

Segini Biaya Opening dan Closing Ceremony Asian Games 2018

Selasa, 4 September 2018 — 21:40 WIB
Replika kapal saat pembukaan Asian Games

Replika kapal saat pembukaan Asian Games

JAKARTA – Upacara Pembukaan dan penutupan Asian Games 2018 dinilai oleh sejumlah kalangan berlangsung luar biasa dan sukses. Selain kerjasama apik antara Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (Inasgoc) dengan seluruh pihak, suksesnya kedua acara wajib tersebut juga didukung dengan anggaran yang tidak sedikit.

Bahkan tidak sedikit penonton yang mengaku bangga dan puas terhadap konten seremoni, baik pembukaan maupun penutupan yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Sebagian besar menyebut acara tersebut berlangsung spektakuler. Berdasarkan informasi yang dihimpun untuk menggelar upacara pembukaan dan penutupan tersebut, Inasgoc awalnya mendapat kucuran dana sebesar 52 juta dolar AS (setara Rp700 miliar). Namun pihak Inasgoc berhasil melakukan efesiensi menjadi 47 dolar AS (setara Rp600 miliar).

Saat mencoba untuk mengkonfirmasi mengenai hal ini, Pos Kota berhasil menemui Direktur Ceremony Asian Games 2018, Herty Purba. Wanita yang mengatur berbagai bentuk acara mulai dari kirab obor, hingga acara penutupan di bawah Deputi II bidang Games Operation itu justru mengungkapkan hal berbeda. Menurutnya, untuk menggelar upacara pembukaan dan penutupan Asian Games 2018, pihaknya telah mengeluarkan dana mencapai 32 juta dolar AS (setara Rp500 miliar).

“Ya karena memang dana yang dikeluarkan tidak sedikit. Itu semua demi kelancaran pembukaan dan penutupan Asian Games dan hasilnya bisa kita lihat sendiri,” kata Herti di kantor Inasgoc, Selasa (4/9/2018).

(BacaInasgoc Minta Pengurus Cabor Agresif Gelar Kejuaraan Internasional)

Menurut Herty, hingga saat ini pihaknya tidak mendapat keluhan dari berbagai pihak yang turut bekerjasama dengan Inasgoc untuk menyukseskan upacara pembukaan dan penutupan Asian Games 2018. “Karena pembayaran seperti para artis pengisi acara sudah kami serahkan kepada Event Organizer (EO), sesuai kontrak yang sudah kami sepakati sebelumnya. Selain para artis pengisi acara, kami juga gunakan dana tersebut untuk membayar transport dan konsumsi para penari mulai dari latihan sampai dengan hari H,” jelas Herty.

Sayang, hingga saat ini belum ada keterangan dari Francis Wanandi, selaku Deputi II bidang Games Operation.  “Maaf mas masih ada meeting, kalau mau tahu informasi tentang upacara pembukaan dan penutupan, datang saja ke kantor (gedung FX Sudirman) lantai 12,” ungkapnya dalam pesan singkat.

(BacaMenpora Minta Sukses Asian Para Games Lampaui Asian Games 2018)

Sementara itu, pengamat olahraga, Tommy Apriantono mengakui bahwa untuk bisa menggelar upacara pembukaan dan penutupan yang spektakuler di ajang multievent seperti Asian Games 2018 memang membutuhkan dana yang tidak sedikit.

“Baik upacara pembukaan dan penutupan di ajang multievent seperti Asian Games 2018 adalah sebuah acara yang sakral karena di sanalah orang akan melihat siap atau tidaknya sebuah negara untuk menjadi tuan rumah. Jadi kalau saya melihat di Asian Games kemarin, kita memang sudah benar-benar siap dan acara pembukaan dan penutupannya harus kita akui, benar-benar spektakuler,” ungkapnya. (junius/ys)