Tuesday, 17 September 2019

Venue Asian Para Games 2018 Siap 90 Persen

Selasa, 4 September 2018 — 20:09 WIB
Direktur divisi sport INAPGOC, Fanny Riawan, di Solo, Selasa (4/8/2018). (cw2)

Direktur divisi sport INAPGOC, Fanny Riawan, di Solo, Selasa (4/8/2018). (cw2)

SOLO – Setelah Asian Games 2018, Indonesia kembali dipercaya untuk menjadi tuan rumah Asian Para Games (APG) 2018. Indonesia Asian Para Games 2018 Organizing Committee (INAPGOC) selaku panitia acara mengatakan, sarana dan prasarana pada seluruh venue cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan pada APG ke-3 ini sudah 90 persen ramah disabilitas.

Ada 18 cabor yang akan dipertandingkan pada APG kali ini. Antara lain panahan, atletik, boccia, bola gawang, bola voli duduk, bola basket kursi roda, catur, balap sepeda, bulu tangkis, renang, angkat berat, menembak, judo, tenis meja, ten pin bowling, anggar duduk, tenis, dan boling lapangan.

Direktur Divisi Sport INAPGOC, Fanny Riawan menjelaskan bahwa ada tantangan tersendiri dalam mengadakan venue yang ramah disabilitas. “Saya bisa sampaikan 90 persen. Hanya ada beberapa yang sedang proses. Untuk yang eks Asian Games sebenarnya sudah dipersiapkan, banyak yang sudah dipersiapkan. Paling nanti tinggal diperhalus saja,” kata Fanny di Jalan Ir. Soekarno Solo, Selasa (4/9/2018).

(BacaIni Tiga Cabor Paling Banyak Diikuti Atlet di Asian Para Games)

Sementara untuk venue lain yang sebelumnya tidak dipergunakan pada Asian Games, kata Fanny, masih dalam proses pengerjaan. Dalam pengerjannya pun mengutamakan ramah disabilitas bagi para atlet APG.

“Terus kalau di beberapa venue ada tempat duduk yang agak menjorok atau bagaimana itu kami siasati. Contoh untuk VIP, bedanya dengan enable body, di olahraga kita, Asian Para Games, ada tempat VIP di bawah karena ga memungkinkan di atas. Kami siapkan di bawah,” jelasnya.

(BacaTest Even Asian Para Games Berjalan Lancar Meski Ada Kekurangan)

Lebih lanjut Fanny menerangkan, untuk fasilitas bagi atlet yang ada di venue-venue pun telah dipersiapkan dengan matang. Misalnya toilet khusus disabilitas, ukuran pintu yang disesuaikan atlet yang menggunakan kursi roda maupun ruang ganti. “Dari setiap lokasi, yang kami persiapkan itu pasti yang pertama kami lihat (perhatikan),” pungkasnya.

APG 2018 akan diikuti oleh 42 negara anggota Komite Paralimpiade Asia (APC) dengan total 2.800 atlet, 1.800 ofisial, dan diliput oleh 500 media baik dalam maupun luar negeri. Ajang multievent olahraga bagi atlet penyandang disabilitas itu akan dilaksanakan pada 6-13 Oktober 2018. (cw2/ys)