Tuesday, 25 September 2018

Deddy Mizwar dan Lukas Enembe Membelot, Demokrat Bahas Sanksi

Rabu, 5 September 2018 — 22:14 WIB
Deddy Mizwar. (mia)

Deddy Mizwar. (mia)

JAKARTA – Mendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pemilihan Presiden 2019, Deddy Mizwar dan Lukas Enembe terancam mendapat sanksi dari parpol tempat keduanya bernaung, yakni Partai Demokrat.  Keduanya membelot dari sikap Demokrat yang berkoalsisi ke Prabowo –Sandi Uno.

Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin mengatakan, sampai saat ini ia masih menunggu pembahasan di Komwas. Menurut dia, setelah selesai, Komwas akan menyerahkan rekomendasi kepada Dewan Kehormatan.

Nantinya, Dewan Kehormatan akan mengambil keputusan apakah akan menjalankan rekomendasi dari Komwas atau tidak.

“Saya jangan mendahului komwas. Saya akan tunggu reaksi dari komwas, apa rekomendasinya,” kata Amir, Rabu (5/9/2018).

Amir pun enggan berkomentar lebih jauh mengenai kemungkinan sanksi yang akan diberikan kepada Deddy dan Lukas karena membelot dari keputusan partai. Ia khawatir komentarnya justru akan mengganggu jajaran Komwas Demokrat yang tengah bekerja.

“Saya tidak boleh ujug-ujug langsung (berkomentar), karena komentar saya seringan apapun, saya kira timingnya (terlalu cepat),” kata dia. Diberitakan sebelumnya, Deddy Mizwar yang merupakan Ketua Majelis Pertimbangan Daerah Partai Demokrat Jawa Barat, memutuskan mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin.

Ia bahkan masuk struktur tim pemenangan sebagai juru bicara. Mantan wakil gubernur Jawa Barat itu juga sudah mengikuti rapat tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf di rumah Cemara.

Sementara itu, Lukas Enembe yang merupakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Papua juga memastikan dirinya akan mendukung Jokowi-Ma’ruf. Bahkan, gubernur Papua dua periode itu memastikan seluruh jajaran dan kader Demokrat di Papua juga akan mendukung pasangan petahana. (win)