Monday, 24 September 2018

Topan Jebi di Jepang Tewaskan Sembilan Orang dan Lukai Ratusan Warga

Rabu, 5 September 2018 — 12:04 WIB
Topan Jebi di kota Nishinomiya, Prefektur Hyogo. (reuters)

Topan Jebi di kota Nishinomiya, Prefektur Hyogo. (reuters)

JEPANG – Topan Jebi yang menghantam Jepang, menelan korban jiwa hingga sembilan orang, dan melukai 300 lainnya. Badai ini merupakan yang terkuat dalam 25 tahun terakhir.

Jebi – yang namanya berarti “menelan” dalam bahasa Korea – menyapu bagian barat pulau utama terbesar, Honshu, dekat kota Kobe, pada Selasa (4/9/2018) dan beberapa jam kemudian, menuju utara dengan cepat.

NHK, penyiar publik nasional, melaporkan satu dari sembilan kematian seorang pria berusia 71 tahun yang meninggal di prefektur Shiga barat setelah terperangkap di bawah sebuah gudang yang runtuh akibat angin kencang.

Jebi dianggap sebagai topan kategori-3, dari lima, pada skala Saffir-Simpson. Menurut Kyodo News, itu adalah topan terkuat yang menghantam Jepang sejak 1993.

NHK juga melaporkan, bahwa sekitar 3.000 penumpang dan rutsan pekerja terjebak di bandara Kansai. Saran-saran evakuasi dikeluarkan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana.

Dilaporkan embusan angin tercatat hingga 208km/jam di salah satu bagian Shikoku. Agen meteorologi negara tersebut mengatakan, sebagian besar negara tetap dalam peringatan.

Perdana Menteri Shinzo Abe telah membatalkan perjalanan yang dijadwalkan ke Kyushu, pulau utama paling selatan Jepang, untuk mengawasi respon pemerintah terhadap Topan, kata Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga.

Kerusakan diperkirakan akan semakin membebani anggaran pemulihan Jepang, karena negara itu terus menghadapi bencana alam. (mb)