Tuesday, 25 September 2018

Bersiaga Hadapi Musim Hujan

Kamis, 6 September 2018 — 6:30 WIB

LEGA, anggaran penanganan banjir di Jakarta senilai Rp356 miliar yang sempat dicoret dihidupkan lagi. Sebelumnya anggaran itu diajukan Rp4,5 triliun. Entah karen apa nilainya dikurangi sekitar Rp400 miliar, sehingga menjadi Rp4,1 triliun.

Pada pembahasan APBD Perubahan DKI Jakarta 2018,  anggaran yang sempat dipangkas dan dikembalikan lagi diantaranya  untuk pembangunan waduk, situ, embung,  pembangunan instalasi pengolahan air limbah, dan lainnya.

Harapan publik dengan adanya alokasi anggaran triliunan rupiah bersumber dari uang rakyat,  penanganan banjir di Jakarta bisa lebih maksimal. Prakiraan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), pertengahan september atau awal Oktober, Jakarta  mulai memasuki musim hujan.

Bagai rutinitas, setiap musim hujan banyak  permukiman, terutama yang berada di daerah rawan banjir terendam. Malah tak jarang warga dipaksa mengungsi karena tempat tinggalnya kelelep.

Meski penanganan banjir baik oleh Pemprov DKI Jakarta maupun pemerintah pusat  terus dilakukan tetapi hingga kini daerah rawan banjir di Jakarta masih saja banyak.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana DKI Jakarta tak kurang dari 53 RW yang ada di ibukota masih terendam banjir saat musim hujan. Bahkan,  ketika curah hujan tinggi lokas banjir bertambah dari 53 menjadi 100 RW.

Banyak faktor yang menyebabkan sebagian  daerah di ibukota kebanjiran. Mulai belum tuntasnya normalisasi sungai,  kali, waduk, situ, saluran air, dan lainnya.  Begitupula hilangnya lahan serapan air dan tangkapan air  juga menjadi penyebab banjir dari masa ke masa masih membekap kehidupan warga.

Jakarta sejauh ini dilintasi 13 sungai besar dan 28 kali. Tetapi sungai dan kali  itu sebagian besar kondisinya memprihatinkan. Selain dangkal juga di bantaran banyak dimanfaatkan warga untuk hunian.

Mengantisipasi datangnya banjir bandang pada musim penghujan, Pemprov DKI Jakarta mulai sekarang sebaiknya  menggerakkan masyarakat secara masif untuk bersama-sama aparat dan petugas PPSU untuk mengeruk saluran yang ada di lingkungan permukimannya.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta maupun pemerintah pusat harus mengebut menormalisasi sungai, kali, waduk, dan situ. Benahi juga drainase dan siagakan  pompa-pompa air yang ada.

Ingat, tak lama lagi  musim hujan segera datang. Karena itu, tidak ada salahnya  semua pihak  bersiaga untuk mengantisipasi kedatangan tamu  tak diundang berupa  banjir bandang. @*