Saturday, 22 September 2018

Dolar AS Naik Juga Pengaruhi Usaha Tahu Tempe di Purwakarta

Kamis, 6 September 2018 — 21:35 WIB
tempe

PURWAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kini hampir menembus angka Rp 15.000 mengakibatkan sejumlah sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mengalami kelesuan.

Seperti dirasakan Slamet Teguh pelaku UMKM tahu tempe di Kampung Sukajadi, Kelurahan Nagri Kidul, Purwakarta, Jawa Barat.

Slamet mengaku pusing lantaran harga kedelai yang kebanyakan barang ekspor dari Amerika Serikat tersebut harganya melonjak.

“Kemarin masih 14 ribu per dollar. Kali ini saya cek sudah 15 ribu. Ini dampaknya ke harga kacang kedelainya. Sekarang saja harga kedelai per kwintal sudah Rp 770 ribu. Padahal sebelum ada kenaikan harga dollar masih Rp 600 ribu,” ungkapnya Kamis (6/9/2018).

Akibat kenaikan harga tersebut, Slamet mengaku harus putar otak agar usahanya tetap jalan.

“Produksi enggak mungkin dikurangi. Kalau harga tempenya dinaikin juga pembeli pada kabur. Ya terpaksa margin keuntungan dikurangi 3 persen,” katanya.

Slamet berharap harga dolar yang tinggi bisa turun dan kembali normal seperti biasanya. Ia khawatir kalau kondisi ini terus berlangsung, banyak perajin tempe yang bakal gulung tikar.

“InsyaAllah kalau saya mungkin masih bisa survive, tapi mungkin teman-teman yang baru merintis usaha pembuatan tempe yang modalnya belum kuat bisa-bisa gulung tikar,”ucapnya. (dadan/b)