Wednesday, 19 September 2018

Kita Masuk 4 Besar AG 2018 Masih Juga Dinyinyiri Politisi

Kamis, 6 September 2018 — 6:56 WIB
sentilan atlit

KITA sudah masuk 4 besar dalam Asian Games 2018 (AG-2018), itu artinya sudah jauh melebihi patokan target Presiden Jokowi pada urutan ke 10. Tapi ironisnya, ada politisi Senayan yang tidak nyaman dari prestasi itu. Fahri Hamzah meski memuji keberhasilan AG-2018, tapi tak mau menyinggung Presiden Jokowi. Bahkan Roy Surya bilang, pantas saja wong tuan rumah!

Awalnya Indonesia pesimis akan target Presiden Jokowi pada AG-2018. Bisa dapat 4 medali emas saja sudah bagus. Tapi kenyataannya, kita memperoleh 31 medali emas, perak 24 dan perunggu 43.  Dari 31 medali emas itu terbanyak dari cabor pencak silat, sampai 14. Jangan-jangan mereka penggemar cerita silat Kho Ping Ho.

Sesuai dengan janji pemerintah, maka dikeluarkan bonus untuk para pemenang sebanyak Rp 210 miliar. Peraih emas dapat Rp 1,5 miliar, bahkan yang tak dapat medali pun masih dapat uang dengar Rp 20 juta. Bahkan Bambang Hartono orang terkaya di Indonesia, terima juga Rp 150 juta (perunggu bridge).

Para politisi dan pengamat olahraga memuji keberhasilan Indonesia yang bisa masuk 4 besar. Tapi ironisnya, ada juga yang  bersuara sumbang dan 10 persen sumbang. Misalnya Fahri Hamzah Wakil Ketua DPR. Dia memuji kontingen Indonesia yang berhasil masuk 4 besar. Tapi dalam narasinya sama sekali tak mau menyebut Jokowi.

Entah karena lupa, atau karena dia memang seperti biasanya, selalu menafikan keberhasilan Presiden ke-7 itu. Lihat saja  komentar di medsos, “Jokowi tak butuh pujian Fahri Hamzah, karena yang penting kerja, kerja, kerja…..

Paling nyinyir atau lambe nggambleh, adalah komentar M. Roy Suryo anggota DPR yang mantan Menpora era SBY. Katanya, wajar saja Indonesia masuk 4 besar, wong jadi tuan rumah. Padahal selama jadi Menpora menggantikan Andi Mallarangeng, apa prestasinya? Banyak juga yang mempertanyakan, dia pernah “dibungkem” oleh SBY Ketum Demokrat. Apa sekarang segelnya sudah dilepas? – gunarso ts