Tuesday, 13 November 2018

Setelah Asian Games 2018, Eko Yuli dkk Langsung Fokus Berlatih untuk Olimpiade

Kamis, 6 September 2018 — 18:58 WIB
Peraih medali emas angkat besi Asian Games 2018, Eko Yuli Irawan

Peraih medali emas angkat besi Asian Games 2018, Eko Yuli Irawan

JAKARTA – Cabang olahraga (cabor) angkat besi sukses meraih 1 emas, 1 perak dan 1 perunggu pada perhelatan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Selanjutnya, Eko Yuli Irawan dan kawan-kawan akan langsung fokus untuk kembali mempersiapkan diri pada level yang lebih tinggi, yakni Olimpiade Tokyo, Jepang 2020 mendatang.

Kepala Pelatih angkat besi Indonesia, Dirja Wiharja mengaku puas dengan prestasi yang diraih para lifter Indonesia pada Asian Games 2018.

(BacaEko Yuli Dedikasikan Emas Untuk Istri yang Tengah Hamil)

“Ya, Eko sudah mencatatkan sejarah sebagai satu-satunya atlet yang meraih medali emas dari cabang angkat besi di Asian Games hingga sejauh ini. Harapan kita tentu ia bisa kembali tampil maksimal pada ajang berikutnya (Olimpiade 2020). Sementara Sri Wahyuni juga sudah berusaha melakukan yang terbaik dengan meraih medali perak. Sedangkan Surahnat bisa tampil mengejutkan dengan medali perunggu,” kata Dirja.

(Baca: Disaksikan Jokowi, Eko Yuli Sumbang Medali Emas Kelima untuk Indonesia)

Dirja ditemui dalam acara syukuran PB PABBSI di Jakarta belum lama ini menambahkan, pihaknya akan segera melakukan seleksi nasional dan melakukan latihan regular mulai awal November mendatang. Persiapan dini langsung dilakukan pihak PB PABBSI demi menjaga momentum kesuksesan para lifter pada Asian Games 2018 yang akan berlaga pada Olimpiade Tokyo 2020.

“Asian Games tanggal 2 September selesai, tapi kami sudah akan langsung berlatih lagi pada 1 November. Kalau terlalu lama, takutnya kami kehilangan momen seperti ini setelah Asian Games selesai,” ungkapnya.

(BacaAngkat Besi Kembali Sumbang Medali Bagi Indonesia)

Lebih lanjut, Dirja juga mengungkapkan bahwa Eko Yuli dan kawan-kawan sudah mengikuti babak kualifikasi Olimpiade. “Tentu Eko akan kembali fokus, Olimpiade nanti ditentukan secara individual bukan kuota sehingga itu membuat beban atlet sangat berat jadi harus dipersiapkan sejak dini dan dengan matang. Makanya antara September sampai November kami berikan kesempatan kepada para atlet untuk berlibur, biar tidak terlalu jenuh setelah Asian Games,” jelasnya.

(BacaEko Yuli Irawan Ingin Raih Emas di Olimpiade 2020)

Keinginan berlibur setelah Asian Games 2018 disambut oleh Ketua PB PABBSI Rosan Abdul Gani. “Ya para atlet boleh menjalani liburan bersama-sama tapi harus bersama para pelatih dan pengurus supaya pola makan dan gizi mereka tetap terjaga sampai Olimpiade. Kalau liburan sendiri-sendiri kami takut mereka tidak bisa mengontrol pola makan dan gizi mereka,” serunya yang juga disepakati Wakil Ketua Umum PB PABBSI, Joko Pramono.

(BacaSri Wahyuni Sumbang Medali Perak)

Sebelumnya, medali emas Asian Games 2018 diraih Eko Yuli dari kelas 62 kilogram putra dengan total angkatan 311 kilogram (snatch 141 kg dan clean and jerk 170 kg). Berada di urutan kedua adalah atlet asal Vietnam Trinh Van Vinh (299 kg) dan Ergashev Adkhamjon (Uzbekistan) di peringkat ketiga dengan total angkatan 298 kg. Sementara medali perak diraih Sri Wahyuni Agustiani dari kelas 48 kilogram putri. Sedangkan medali perunggu diraih Surahmat dari kelas 56 kilogram putra. (junius/ys)