Tuesday, 18 September 2018

40 Anggota DPRD Malang Sungguh Bernasib Malang

Jumat, 7 September 2018 — 6:16 WIB
sentilan dprd malang

KORUPSI berjamaah oleh 40 anggota DPRD Malang (Jatim) sebetulnya lagu lama. Di DPRD mana saja, setiap pembahasan  APBD sering ada permainan. Dulu DPRD Sumbar juga pernah mengalami, tapi agaknya tak dijadikan peringatan. Giliran kini DPRD Malang, dari 45 anggotanya, 40 dikandangi KPK karena suap. DPRD Malang benar-benar malang!

Prof Sahetapi dari Unair Surabaya sering menyindir politisi di ILC bahwa kini politisi sudah banyak yang menjelma jadi politikus, yakni politisi yang menjadi tikus negara. Politisi model demikian mulutnya pasti bau, karena memakan barang yang tidak halal.

Politisi makan barang tidak halal, sudah biasa. Tapi yang kemudian masal, mungkin baru di DPRD  Padang (Sumbar) periode 1999-2004. Kala itu terdapat 43 anggota DPRD setempat yang dicokok Kejaksaan Padang karena korupsi pembahasan APBD Rp 5,3 miliar. Kala itu anggota DPRD-nya sebanyak 43, dan semuanya masuk penjara!

Rupanya kasus itu tidak menjadi pembelajaran anggota dewan yang lainnya. Atau mungkin, kisah 14 tahun lalu itu tak menjadi perhatian, karena anggota DPRD Malang sekarang, kala itu belum jadi apa-apa. Karenanya tak perlu mencermati kisah kelabu masa lalu.

Korupsi APBD Perubahan 2015 itu menjadikan DPRD Malang nyaris lumpuh. Setelah Walikota, Kepala Dinas PU dan Ketua DPRD-nya masuk penjara, kini giliran 40 anggota tak bisa bekerja karena antre di Pengadilan Negeri Surabaya. Padahal DPRD Malang harus segera membahas APBD 2018. Tapi bagaimana bisa bekerja, mereka tinggal 5 orang, di gedung DPRD yang kosong mereka berlima celingukan seperti bocah ilang.

Parpol-parpol yang kadernya rontok harus segera mengadakan PAW, agar DPRD Malang tidak lumpuh. Tapi yang jadi pengganti pun tentu kurang semangat bekerja. Di samping masa kerjanya tinggal setahun, mereka harus cepat beradaptasi dengan pekerjaan yang sangat baru. – gunarso ts