Saturday, 20 July 2019

Febriyanti Vani, Salah Satu Atlet Boccia Unggulan Indonesia

Jumat, 7 September 2018 — 8:31 WIB
Febriyanti Vani, atlet Boccia di Asian Paragames 2018.(Cw2)

Febriyanti Vani, atlet Boccia di Asian Paragames 2018.(Cw2)

SOLO –  Boccia merupakan salah satu cabang olahraga (cabor) yang turut dipertandingkan di Asian Para Games. Meski boccia masih terbilang baru di Indonesia, namun dari cabor ini sudah punya jagoannya sendiri, yakni Febriyanti Vani.

Gadis berumur 16 tahun sudah pernah meraih medali emas pada Pekan Paralympic Pelajar Nasional (Peparpenas) VIII tahun 2017 di Solo.

Pada pertandingan tersebut, Vani turun secara berpasangan untuk memperebutkan medali emas tersebut. Kini, di Asian Para Games, Vani pun akan kembali berjuang agar dapat menyumbangkan medali emas bagi Indonesia.

“Saya turun di nomor tim dan individu. Persiapannya latihan setiap hari,” ujar Vani ketika ditemui selesai latihan di Yayasan Penyandang Anak Cacat (YPAC), Solo, Jawa Tengah, Kamis (6/9/1018).

Vani sendiri masuk kedalam kelasifikasi BC 1. Di mana dalam boccia terdapat empat klasifikasi yakni BC1, BC2, BC3 dan BC4. Untuk nomor pertandingan sendiri dibagi menjadi tujuh, terdiri dari individu BC1, individu BC2, Individu BC3, individu BC4, tim BC1 dan BC2, pasangan BC1 dan BC2, serta pasangan untuk BC4.

Vani pun mengungkapkan kalau Thailand menjadi salah satu negara yang harus ia waspadai. Meski begitu lanjutnya, ia akan berusaha untuk memenangkan nomor pertandingan individu BC 1 dan tim tersebut, agar dapat menyumbangkan emas kepada Indonesia.

“Saingan terberatnya Thailand, karena lebih awal mengenal olahraga boccia. Tapi saya akan mengejar itu, saya akan kejar poin untuk kalahkan Thailand,” serunya.

Cabor boccia sendiri merupakan olahraga untuk disabilitas gerak. Para atlet celebral palsy akan melemparkan sejumlah bola warna merah dan biru ke arah bola poin. Kemenangan diperoleh berdasarkan dari bola yang dilempar, bola yang terdekat dengan bola poin tersebut. (cw2/tri)