Tuesday, 25 September 2018

KPK Periksa 6 Tersangka Anggota DPRD Kota Malang

Jumat, 7 September 2018 — 12:21 WIB
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.  (dok/julian)

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. (dok/julian)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa enam dari 41 tersangka anggota DPRD Kota Malang terkait kasus dugaan suap pembahasan APBD-P Pemerintah Kota Malang.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, tiga orang diperiksa sebagai tersangka, sedangkan sisanya sebagai saksi untuk tersangka lain.

“DN (Diana Yanti), CA (Choeroel Anwar), TM (Teguh Mulyono) dipanggil sebagai saksi terkait tersangka HSO (Hadi Susanto) dan SHO (Suparno Hadiwibowo),” ucapnya, Jumat (7/9/2018).

Sementara itu, tiga anggota DPRD Kota Malang yang diperiksa sebagai tersangka ialah Harun Prasojo, Teguh Puji Wahyono dan Erni Farida.

Sebelumnya, KPK sudah menetapkan 19 anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka. Jadi, saat ini total ada 41 anggota DPRD Kota Malang yang ditetapkan sebagai tersangka.

Kasus ini merupakan pengembangan dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada awal Agustus 2017 lalu. Saat itu KPK menangkap eks Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Pengawasan Bangunan (PUPPB) Pemerintah Kota Malang, Jarot Edy Sulistyono, dan eks Ketua DPRD Malang, Mochamad Arief Wicaksono. Jarot diduga menyuap Arief sebesar Rp 700 juta terkait pembahasan APBD-P Malang.

Kemudian, KPK menemukan indikasi keterlibatan pemberi dan penerima suap lain dalam kasus ini. KPK menjerat 19 orang sebagai tersangka, termasuk Moch Anton dan 18 anggota DPRD Kota Malang.

Anton sudah divonis dua tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Surabaya terkait kasus ini. Sementara 18 anggota DPRD Kota Malang lainnya sedang menjalani persidangan. (cw6/tri)