Monday, 24 September 2018

Kuli Bangunan Ngaku TNI Tiduri Gadis Berkali-Kali

Jumat, 7 September 2018 — 6:30 WIB
tentara abal-abal

MAU nipu tapi tak pakai logika, masak anggota TNI umur 21 tahun sudah berpangkat sersan mayor? Karena itulah “serma” Ageng Perkasa segera ketahuan. Setelah ditangkap dia mengaku sudah menggauli gadis Sumarni, 20, sebanyak  14 kali. Masuk hotel berulangkali yang membiayai juga s igadis, termasuk sejumlah uang saku.

Keinginan yang tak tercapai sering menjadi sebuah obsesi, meski itu sekedar hiburan pengobat kecewa. Jika pelampiasan obsesi itu tak merugikan pihak lain, tak menjadi soal. Tapi jika kemudian ada pihak-pihak yang dirugikan sacara lahir batin, siap-siap saja jka nanti akan berurusan dengan hukum.

Kuswanto sejak kecil ingin jadi anggota TNI, tapi karena pendidikan hanya sampai SMP, akhirya malah kesasar kuli bangunan. Cita-citanya pengin jadi angkatan, tapi malah hanya angkat junjung semen dalam proyek. Tanda pangkatnya bukan balok satu atau balok dua di pundak, tapi punuk di bahu karena sering kena beban!

Tapi meski kuli bangunan, sebagai anak milenial, Kuswanto juga suka main medsos lewat HP smartponenya. Di sinilah dia lalu kenal dengan gadis Sumarni asal Surabaya. Tanpa pikir panjang dia mengaku saja sebagai TNI –AL berpangkat Sersan Mayor dengan nama Ageng Perkasa.

Sedari awal sebetulnya Sumarni tak percaya. Tapi ketika ketemu langsung ternyata Ageng Perkasa memang mengenakan seragam TNI, lengkap tanda pangkat dan sepatu militernya. Postur tubuhnya yang tinggi dan berambut cepak, menjadikan penipuanya nyaris sempurna.

Keduanya mulai pacaran. Jika pacaran dulu pegang ujung jari tadi malam sudah merasa berdosa, sekarang kalau tak pegang-pegang ke mana-mana merasa kurang afdol. Tapi rupamya Sumarni pasrah saja, sehingga setiap masuk hotel “serma” Ageng Perkasa melepaskan peluru duabelas komah tujuhnya, mak jleb! Masuk Pak Eko? Masuk…….

Setiap masuk hotel yang bayar juga Sumarni, bahkan dia minta uang saku diberi juga. Sumarni terus menunggu janjinya untuk menikahi. Tapi termyata janji tiggal janji bahkan mau kabur. Polisi pun dilapori. Bekerja sama dengan Pomal Surabaya terungkap bahwa tak ada anggota TNI AL bernama Ageng Perkasa.

TNI AL gadungan yang bernama asli Kuswanto itu ditangkap. Dia mengaku sudah 14 kali menggauli korban. Dia mengaku jadi TNI karena obsesi masa kecilnya. “Saya dulu pengin jadi tentara, eh kok malah jadi kuli bangunan.” Akunya jujur.

Bukan berpangkat balok satu, tapi angkati balok kayu. (JPNN/Gunarso TS)