Thursday, 20 September 2018

Pemilik dan Pengunjung Ruko Spark Serpong Protes Pemberlakuan Parkir Berbayar

Jumat, 7 September 2018 — 8:07 WIB
Penyewa dan pemilik kios ruko Spark, Jl.  Raya Boulevard,  Bintaro yang mengelar aksi protes parkir berbayar.  (anton)

Penyewa dan pemilik kios ruko Spark, Jl. Raya Boulevard, Bintaro yang mengelar aksi protes parkir berbayar. (anton)

TANGSEL – Puluhan pemilik dan penyewa rumah toko (Ruko) Spark Jl.  Raya Boulevard,  Gading,  Serpong protes adanya parkir  berbayar yang direncanakan Pemkota Tangerang Selatan (Tangsel)  karena dinilai merugikan usahanya selama ini.

“Kami menolak rencana parkir berbayar disini oleh Pemkota Tangsel khususnya jajaran Dinas Perhubungan (Dishub)  setempat, ” ucap Fredy Kurniawan salah satu penyewa dan pedagang di ruko tersebut,  Kamis (6/9/2018).

Perwakilan warga sebelumnya memang telah diberi sosialisasi oleh pihak pengelola terkait rencana akan diberlakukannya parkir berbayar di kawasan ruko Spark 1, 2 dan 3. Namun sebagian besar menolak rencana tersebut karena malah merugikan.

Upaya negosisasi sudah berulang kali dilakukan pedagang maupun penyewa terhadap rencana itu tapi tidak pernah ditanggapi serius bahkan malah tetap ngotot parkir berbayar diadakan.

Keberadaan ruko sudah ada sejak tahun 2008 dan tidak pernah ada masalah tapi belakangan ada pemaksaan pemberlakuan parkir berbayar untuk calon pembeli maupun pedagang.

Menurut dia,  sejak berdiri ruko hingga kini tidak pernah ada tarif parkir kendaraan bagi para pengunjung atau calon pembeli.  “Jujur saja hal ini bukan malah jadi win-win solution. Karena ada teman kita, ada dua tempat yang begitu parkir berbayar diberlakukan dia sudah mulai tutup (usahanya),” katanya.

Ditambahkan,  Maya, pemilik ruko,  belakangan malah usahanya sepi walaupun parkir tidak berbayar.  Apalagi ada parkir berbayar usahanya makin tambah sepi pengunjung sedangkan biaya operasional usahanya pun makin membesar.

“Dengan adanya parkir ini pendapatan kita menurun, biaya operasional membesar, karena kalau pun kita naikkan harga seribu atau dua ribu customer pasti komplain, daripada biaya makin membesar yaudah lah mending kita tutup dulu aja,” ucapnya.

Sementara itu, pengelola parkir berbayar di Kota Tangsel saat dimintai komentar tidak memberikan keterangan secara jelas kaitan keluhan tersebut.

“Saya ngak bisa banyak komentar semua diserahkan ke. manajemen, ” ucap Ari,  satu petugas di lapangan parkir ruko.  (anton/tri)