Saturday, 22 September 2018

Petenis Kristo Berjuang Menuju Olimpiade

Jumat, 7 September 2018 — 21:35 WIB
Petenis andalan Indonesia, Christoper 'Kristo' Rungkat

Petenis andalan Indonesia, Christoper 'Kristo' Rungkat

JAKARTA – Petenis andalan Indonesia, Christoper ‘Kristo’ Rungkat mengaku bahwa cabang olahraga yang ia geluti tidak pernah ditargetkan meraih medali emas pada Asian Games 2018. Pun demikian, Christoper mampu membuktikan kualitasnya dengan menyumbang satu medali emas bersama Adila Sutjiadi di nomor ganda campuran.

“Sebenarnya dari awal kami hanya ditargetkan meraih medali perunggu karena rival kita sendiri unggulan semua yang sudah ikut Grand Slam. Tapi saya dan Adila bisa membuktikan bahwa kami bisa mempersembahkan emas untuk Indonesia dan kami mewujudkannnya. Emas emas ini adalah buah dari sebuah proses berkeringat selama bertahun-tahun,” kata atlet yang kerap disapa Kristo itu setelah menjadi salah satu atlet yang menerima apresiasi dari Pocari Sweat di Jakarta, belum lama ini.

Meski sukses meraih emas secara mengejutkan dari cabor tenis, Kristo belum puas. Ia pun bertekad ingin melanjutkan orestasinya di Asian Games ke level yang lebih tinggi, yakni Olimiade Tokyo 2020. Untuk bisa berlaga di Olimpiade, Kristo harus bisa menembus peringkat 100 dunia.

“Ibu saya juga tahu. Pacar saya juga. Saya harus berlaga selama 35 minggu setahun untuk mengejar ranking. Jadi untuk bisa berlaga di Olimpiade saja sudah merupakan hal yang luar biasa bagi seorang atlet,” lanjutnya yang juga disaksikan sang ibu dan kekasihnya.

Meski sulit untuk bisa berlaga, Kristo terus berusaha untuk terus memperbaiki peringkatnya. Selain itu, ia juga berharap mendapat dukungan dari semua pihak, termasuk Ketua Umum Komite Olimpiade Ondonesia (KOI) yang juga Ketua Panitia Oelaksana Asian Games 2018 (Inasgoc), Erick Thohir. “Setelah pertandingan, saya bicara dengan Pak Erick Tohir saya ingin berlaga di Olimpiade 2020 di Tokyo dan beliau bersedia untuk mengusahakan,” tegasnya.

Selain mendapat penghargaan dari Pocari Sweat sebesar Rp100 juta, sebagai peraih medali emas, Kristo juga mendapat bonus dari pemerintah sebesar Rp1 miliar. “Kalo dari Pocari, saya akan sumbangkan untuk saudara-saudara kita yang terkena bencana di Lombok. Tapi kalau bonus dari pemerintah, sebagian besar akan saya gunakan untuk menunjang karier saya untuk mewujudkan ambisi saya, seperti main di ajang grand slam. Sebagian lagi sudah pastilah untuk nikah,” tuntasnya. (junius/b)