Sunday, 23 September 2018

16 September Nanti Ada Lomba Lari Sambil Mengenakan Baju Adat

Sabtu, 8 September 2018 — 6:17 WIB
Lomba Lari Synergy Run Kembali Sambangi Jakarta (ist)

Lomba Lari Synergy Run Kembali Sambangi Jakarta (ist)

JAKARTA – Maraknya lomba lari di jalan raya atau road running race, turut melahirkan Pesona Ineonesia Synergy Run 2018 yang akan kembali menyambangi Jakarta pada Minggu (16/9). Event yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni (IA) ITB dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bekerjasama dengan Indo Race adalah menjadi yang kedua kalinya digelar di Jakarta.

Peserta lomba akan terbagi dalam tiga kategori, yakni 10K, 5K, dan Custom Run atau kategori unik.

Untuk kategori 10K dimulai pukul 06.00 WIB. Sementara untuk kategori 5K dimulai 10 menit berselang. Sedangkan untuk kategori Custom Run dimulai pada pukul 06.15 WIB. Adapun dengan rute yang akan dilewati mulai dari halaman Gedung Sapta Pesona (Start) Jalan Medan Merdeka Barat – Jalan Gajah Mada – Jalan Hayam Wuruk – Jalan Medan Merdeka Barat (finish Gedung Sapta Pesona).

Uniknya, peserta dari kategori Custom Run harus mengenakan 10 pakaian dari berbagai provinsi di Indonesia.

Diantaranya, pakaian adat DKI Jakarta, Sumatera Utara, Belitung, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, dan Bali.

“Karena tema dari ajang ini adalah ‘Berlari untuk Negeri Mewujudkan 10 Destinasi Wisata Bali Baru dan Menjadi Bangsa Pemenang’. Jadi para peserta harus bisa memperkenalkan 10 destinasi ‘Bali Baru’ lewat pakaian adat yang mereka kenakan,” kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dalam keterangannya, Jumat (7/9).

Ajang ini sendiri ditargetkan bisa diikuti oleh 2.500 peserta dari kalangan penggiat dan komunitas olahraga lari, wisatawan, dan masyarakat umum di Jakarta. Lomba lari di jalan raya atau road running race selama ini kerap digelar di kota-kota besar internasional seperti Jakarta, Singapura, Tokyo, dan Hong Kong. Arief menambahkan event di Jakarta nanti bisa membuktikan bahwa olahraga pariwisata juga bisa menyita wisatawan asing untuk datang ke Indonesia. “Setelah Asian Games, akan banyak orang dari luar negeri bisa lebih mengenal Indonesia lewat event ini,” tuntasnya. (junius/b)