Saturday, 22 September 2018

Haornas Jadi Momentum Pendorong Pembangunan Lintas Sektor

Sabtu, 8 September 2018 — 13:14 WIB
Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta saat berpidato jelang Haornas 2018 di Ternate.  (ist)

Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta saat berpidato jelang Haornas 2018 di Ternate. (ist)

TERNATE – Tahun 2018 merupakan tahun olahraga bagi bangsa ini. Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang jatuh pada Minggu, 9 September tahun ini, dijadikan momentum pendorong pembangunan lintas sektor di Indonesia.

Hal itu menyusul kesuksesan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018, yang diiringi sukses prestasi dengan menempati posisi keempat daftar perolehan medali akhir.

“Kami ingin masyarakat selalu tergerak dan mendukung pembangunan disemua lini kehidupan melalui pembudayaan olahraga baik anak-anak muda ataupun lanjut usia,” kata Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta, dalam keterangannya usai membuka Gebyar Haornas 2018 di Ternate.

Ia menambahkan, keberhasilan Indonesia menggelar Asian Games 2018 dan menempati posisi empat besar, menjadi momentum regenerasi atlet-atlet nasional menghadapi kejuaraan-kejuaraan internasional.

“Pada tataran masyarakat umum, Kami juga telah memecahkan rekor dunia senam poco-poco agar mendorong masyarakat tetap menyukai olahraga selain program Kementerian seperti Gala Desa ataupun Sepeda Nusantara,” katanya.

Pria asal Kulon Progo itu juga mengatakan, bahwa peringatan Hari Olahraga Nasional ke-35 di wilayah timur Indonesia tersebut, sekaligus menumbuhkan semangat berolahraga di luar pulau Jawa dan menyelaraskan kebijakan Presiden Joko Widodo terkait revolusi mental.

Selain sukses prestasi dengan meraih peringkat empat Asia, Isnanta mengatakan penyelenggaraan Asian Para Games pada 6-13 Oktober menjadi momentum solidaritas masyarakat terhadap para penyandang disabilitas.

“Melalui Haornas dan jelang Asian Para Games, mari kita menjadi bangsa yang ramah bagi para difabel dan menyediakan akses khusus bagi mereka di tempat-tempat umum,” terang Isnanta. (junius/mb)