Wednesday, 19 September 2018

Indonesia Dipastikan Tanpa Milla Hadapi Mauritius

Sabtu, 8 September 2018 — 15:45 WIB
Sekertaris Jenderal (Sekjen) PSSI Ratu Tisha Destria.(dok)

Sekertaris Jenderal (Sekjen) PSSI Ratu Tisha Destria.(dok)

JAKARTA –  Belum adanya kepastian terkait keberadaan Luis Milla di bangku kepelatihan Timnas Indonesia, memaksa PSSI harus membuat keputusan untuk menyerahkan tugas pelatih asal Spanyol itu kepada Bima Sakti.

Asisten Milla itu akan menjabat sebagai pelatih intern Timnas Indonesia kala menghadapi Mauritius dalam laga ujicoba di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Selasa (11/9/2018) pukul 16:30 WIB.

Hal itu diungkapkan Sekertaris Jenderal (Sekjen) PSSI Ratu Tisha Destria.

Menurutnya, jika proses komunikasi dengan Milla belum juga menemui kepastian hingga akhir pekan ini, maka pihaknya akan menunjuk Bima Sakti untuk menukangi Timnas Indonesia kontra Mauritius.

“Bima Sakti akan kami tunjuk sebagai pelatih sementara dalam ujicoba nanti. Jadi jika proses komunikasi dengan Milla mandek, keputusan Exco PSSI tentang perpanjangan kontrak bisa saja dianulir,” kata Ratu Tisha saat dikonformasi para awak media, belum lama ini.

PSSI sendiri, menurut Ratu Tisha telah berusaha berkomunikasi dengan Milla sejak Ketua Umum Edy Rahmayadi memutuskan memperpanjang kontrak selama satu tahun pasca Asian Games 2018 ini. Namun hingga saat ini belum bisa menemui agen Milla.

Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Yoyok Sukawi, mengatakan pihaknya kemungkinan baru bisa menemuai agen Milla, pekan depan. Dalam pertemuan tersebut, pihaknya akan melakukan negosiasi ulang perpanjangan kontrak MIlla dengan memasukkan beberapa klausal.

Isi klausul tersebut, menurutnya membahas berapa gaji Milla apabila menerima tawaran dari PSSI dan masalah pajak dan gaji yang sampai saat ini belum dibayarkan. Selain itu, klausul tersebut juga berbicara target yang diminta PSSI kepada Milla.

Pelatih berusia 51 itu diminta untuk meraih gelar juara Piala AFF yang berlangsung pada November mendatang dan medali emas di SEA Games 2019 di Filipina. “Kami mau masukan klausul-klausul itu. Misalnya, kami mau juara Piala AFF 2018, kalau tidak juara, apa perjanjiannya? Kan harus ada itu,” tandas Yoyok.

Hal-hal seperti itulah yang belum bisa disampaikan ke Milla yang hingga Sabtu (8/9) siang belum datang ke Indonesia. Sedangkan anggota Exco PSSI Gusti Randa mengungkapkan sulitnya komunikasi antara PSSI dengan agen Milla bisa disebabkan beberapa hal, termasuk tunggakan gaji mantan pelatih Real Zaragoza tersebut selama tiga bulan yang belum dibayarkan oleh PSSI.

“Kita tetap minta agar Milla tetap melatih (Timnas Indonesia). Karena itu sudah keputusan Exco. Tapi tunggakan gaji Milla itu harus diselesaikan,” ungkapnya.

Exco PSSI sendiri terbelah dua dalam menilai kinerja Milla selama 18 bulan menangani Merah-Putih. Dari 13 anggota, enam diantaranya setuju untuk mempertahankan Milla dan empat lainnya menolak. Sementara tiga di antaranya memilih abstein. Selain dianggap gagal memenuhi target di Asian Games 2018, alasan lain penolakan terhadap Milla karena gajinya yang terlalu tinggi jika dibandingkan dengan nilai kontrak pendahulunya, Alfred Riedl. Surat kabar Vietnam melansir, Milla digaji 160 ribu dolar AS (setara Rp2,3miliar) per bulan. Sementara gaji Riedl hanya dibanderol Rp150-200 juta per bulan. (junius/tri)