Saturday, 17 November 2018

Kayak Judi “Fourty One” Aja

Sabtu, 8 September 2018 — 6:39 WIB

Oleh S Saiful Rahim

KALAU pekan lalu Dul Karung masuk ke warung kopi Mas Wargo dengan menebarkan puja-puji tinggi terhadap kehebatan atlet Indonesia di “Asian Games,” tapi kali ini dia masuk dengan mengoyang-goyangkan kepala. Setelah mengucapkan assalamu alaykum, dia langsung beristighfar sambil mengulur tangan kanan mencomot singkong goreng yang masih kebul-kebul.

“Kok ucapan salam disambung istighfar, Dul?” tanya orang yang duduk di dekat pintu masuk seraya bergeser memberi tempat Dul Karung duduk.

“Baru saja kita gembira melihat hujan medali menyiram dunia olahraga nasional, eh disusul dengan berita maling pesta di mana-mana,” jawab Dul Karung sambil mengunyah singkong goreng dengan mulut  dimonyong-monyongkan karena kepanasan.

“Barangkali mereka protes karena tidak ada cabor ketangkasan tangan menjambret atau melipat,” tanggap orang yang duduk di ujung kanan bangku panjang. Satu-satunya tempat duduk para pelanggan.

“Tunggu dulu! Memang di mana ada maling pesta?” tanya orang yang duduk selang tiga di kanan Dul Karung dengan suara lantang.

“Di arena acara “Job Fair” Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi yang diselenggarakan di Gedung Juang 45 Tambun, Rabu lalu,” kata orang yang duduk di depan Mas Wargo.

“Gila nggak tu maling! Orang baru cari kerjaan sudah “dihembat,” sambung orang itu dengan geram.

“Mungkin maling itu mau membuktikan “job fair” tersebut sukses. Setidak-tidaknya sudah mampu memberikan kerjaan buat dia,” sela entah siapa dan duduk di sebelah mana. Tetapi beberapa orang yang mendengar ada juga yang tersenyum. Walau hanya di kulum.

“Tapi itu kalah hebat dengan yang terjadi di DPRD Kota Malang, Jawa Timur,” ujar orang yang duduk tepat di kanan Dul Karung.

“Ada maling yang bukan sekadar mencuri hp ya? Tapi mencuri tas anggota DPRD yang terhormat?” tanya orang yang duduk di ujung kanan bangku panjang lagi dengan penuh minat.

“Bukan anggota yang terhormat itu yang jadi korban, justru para yang terhormat pilihan rakyat itu yang jadi malingnya,” jawab orang yang duduk tepat di kanan Dul Karung.

Beberapa orang yang mendengar terhenyak. Bahkan Dul Karung terbatuk-batuk hingga singkong yang tinggal ditelan saja menyemprot ke pakaian bahkan wajah beberapa orang hadirin.

“Apa bukan berita hoaks Medsos, tuh?” tanya Mas Wargo yang jarang terlibat obrolan pelanggan.

“Ya bukanlah! Justru 41 dari 45 anggota yang terhormat DPRD itu digelandang KPK karena terlibat suap pembahasan APBD-P tahun 2015,” jawab orang yang duduk di kanan Dul Karung lagi.

“Kok jumlahnya kayak judi kartu “Fourty One” ya?” kata Dul Karung seraya pergi meninggalkan warung Mas Wargo begitu saja. (Syahsr@gmail.com )