Wednesday, 12 December 2018

Sawah Tiba-tiba Berlubang, Camat Kadudampit: Ini Kejadian Alam Biasa

Sabtu, 8 September 2018 — 12:36 WIB
Sawah tiba-tiba berlubang kini dipasangi pagar terbuat dari bambu, garis polisi dan spanduk berisi imbauan di Kadudampit, Sukabumi.

Sawah tiba-tiba berlubang kini dipasangi pagar terbuat dari bambu, garis polisi dan spanduk berisi imbauan di Kadudampit, Sukabumi.

SUKABUMI – Kemunculan tiba-tiba lubang di areal sawah di Kampung Legoknyenang, Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat merupakan fenomena alam biasa. Meski demikian, kelanjutan penanganan keberadaan lubang berdiameter sekitar enam meter dengan kedalaman enam meter itu menunggu rekomendasi hasil kajian Badan Geologi.

Camat Kadudampit, Zaenal Abidin memaparkan saluran air di dalam sawah itu panjangnya mencapai 100 meter berfungsi mengalirkan air dari pegunungan menuju Selokan Cigalunggung. Dulunya, terowongan air ini mempunyai panjang 100 meter, kini tinggal sekitar 50 meter.

“Namun keberadaan saluran air itu memang belum diketahui sejak kapan? Kejadian ini hanya kejadian alam biasa, akibat kontur tanahnya labil sehingga terjadi amblas,” ungkap Zaenal.

(Baca: Lubang Misterius Gegerkan Warga Sukabumi)

 

Mulanya, hal yang diketahui pertama kali pada Kamis (6/9/2018) sekira pukul 11.40 WIB itu, cukup menghebohkan warga. Terlebih setelah sejumlah warga mengunggahnya di sejumlah media sosial. Akibatnya, tak sedikit menyita penasaran banyak orang untuk melihat langsung lubang tersebut.

Pengamantan di lokasi, Sabtu (8/9/2018). lokasi sawah berlubang tersebut sudah dipagari dengan pagar terbuat dari bambu. Di situ juga sudah ada garis polisi dan spanduk berisi imbauan “hati-hati ada lubang besar akibat tanah longsor”. Spanduk tersebut dipasang oleh Polres Sukabumi Kota.

“Pemberian garis polisi ini upaya antisipasi, mencegah jatuhnya korban. Soalnya banyak warga berdatangan ke lokasi. Dari hasil citra satelit Badan Geologi, memang tanah yang amblas ini berada di atas aliran air. Di bawah sini ada sungai, sehingga cukup membahayakan,” ujar Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro.

Kepala Seksi Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi, Iwan Erniwan menuturkan, terkait penanganan sawah berlubang tersebut, BPBD masih menunggu rekomendasi hasil kajian Badan Geologi. Termasuk tindak lanjut hasil kajian teknis dari Dinas PU

“Nantinya akan ada rapat koordinasi lintas instansi untuk merumuskan penanganan yang tepat. Kami untuk langkah awal akan membuka aliran air di bawah tanah yang sempat tersendat akibat tertutupi material longsoran. Hasil kajian sekitar dua atau tiga harian,” ucapnya.

Dari keterangan warga, ketika terjadi fenomena itu sempat mendengar suara dentuman cukup keras seperti ada longsor dan merasakan getaran. “Saya waktu itu berada di rumahnya berjarak sekitar 50 meter ke lubang itu. Ya mendengar suara dentuman dan merasakan ada getarannya juga,” terang warga, Yogi Prayoga (23).

Penggarap sawah berlubang, Cecep Sudirman (60) menjelaskan total luasan lahan sawah berlubang sekitar 200 meterpersegi. Namun yang berlubangnya sekitar berdiameter 6 meter dengan kedalaman enam meter. (sule/mb)