Thursday, 15 November 2018

Ibu Tidak Mau Balik Lagi Anak Kandung Disandra

Minggu, 9 September 2018 — 5:09 WIB
aniaya

KOMARUDIN, 35, punya bakat jadi teroris. Ketika istri pisah rumah tak mau balik lagi, anak kandungnya yang masih balita disandera. Caranya, Menot, 4, dianiaya dan diunggah ke medsos. Tentu saja sang istri jadi panik. Tapi bukan kembali ke suami, melainkan Komarudin dilaporkan ke polisi, dan sehari kemudian ditangkap tanpa perlawanan.

Pernah lihat burung merpati jantan kebingungan karena pasangannya disembunyikan? Apa lagi manusia; istri ngambeg dan tak mau kembali pastilah juga sutris. Bagaimana nggak stress, biasanya ada tempat anget-angetan, kini jadi kedinginan. Semaleman tidur hanya ditemani bantal tanpa makna. Karenanya berbagai cara dilakukan, bagaimana agar sang istri kembali ke pangkuannya dan untuk tidak sekedar dipangku-pangku.

Komarudin warga Kulisusu, Buton Utara, rupanya juga sedang bernasib seperti itu, dia ditinggalkan istri sementara anak ditinggal begitu saja. Tapi cara penyelesaian dia ala teroris, sehingga politi terpaksa turun tangan. Perbuatan Komarudin ini bisa melanggar hak asasi anak, dan Komisi Perlindungan Anak pun pasti mencak-mencak.

Kisahnya berawal dari rumahtangga Komarudin – Maryam yang selalu dilanda kemelut. Masalahnya kesulitan ekonomi selalu menghimpitnya. Buat makan sehari tiga kali saja tidak bisa, karena penghasilan Komarudin memang minim. Maka jika lagu Udin Sedunia diaransemen lagi, maka liriknya jadi begini: “Udin paling miskin, namanya Komarudin……!”

Sebagai istri tentu saja Maryam kerepotan mengelolanya. Postur anggaran Rp 1 juta sebulan untuk saat ini, pasti sangat tidak mencukupi. Dia sudah berulang kali mengajukan anggaran perubahan, tapi ditolak. Apalagi setelah rupiah dihantam dolar sampai mendekati Rp 15.000,- uang Rp 1 juta dari suami semakin tidak mencukupi. Maka makin kesal saja Maryam pada Komaridin yang paling miskin sedunia itu.

Maryam meski miskin, kecantikannya mendekati Andi Meriem Matalata (alm). Maka tak mengherankan banyak yang mau jadi dewa penolong. Salah satunya adalah Fadliansyah, 40. Soal uang dia suka royal sekali. Tapi karena tak ada makan siang gratis kecuali di kantin kantor, lelaki dermawan itu lalu mengajak berkoalisi. Tak diketahui jelas, apakah sudah sampai tahap eksekusi, yang pasti Maryam jadi tega meninggalkan suami dan anaknya.

Tentu saja Komarudin jadi kelimpungan. Dia kedinginan, Menot anak semata wayang kebingungan mencari ibunya. Sebentar-sebentar nangis, bikin ayah jadi stress. Tiba-tiba dia menemukan akal. Anaknya yang nangis itu diteror sekalian. “Diam! Tak bunuh kamu nanti. Cari ibumu sono, yang pacaran dengan lelaki lain!” gertak Komarudin.

Namanya bocah tentu saja tak paham makna pacaran. Tapi bapaknya yang membentak dan mengancam, menjadikan Menot semakin histeris. “”Saya mau mati mama, mati….,” ujar bocah itu terisak-isak. Konyolnya, adegan sadis itu divideokan dan diunggah ke medsos. Tentu saja jadi viral, sampai terlihat oleh Maryam dalam persembunyiannya.

Tapi dia bukan kembali ke suami, melainkan melapor ke polisi. Tak lama kemudian Komarudin pun bisa ditangkap. Dalam pengakuannya dia mengaku sengaja mengunggahnya ke medsos agar istri kembali. Tapi perhitungannya ternyata meleset.

Bini kabur, rumahtangga hancur. (MS/Gunarso TS)