Friday, 21 September 2018

Pergi Usai Kecelakaan, Begini Pengakuan Kernet yang Kemudikan Bus Maut

Minggu, 9 September 2018 — 19:16 WIB
Bus maut yang masuk jurang di Sukabumi, Jawa Barat, dan menewaskan 21 penumpangnya. (sule)

Bus maut yang masuk jurang di Sukabumi, Jawa Barat, dan menewaskan 21 penumpangnya. (sule)

SUKABUMI – Identitas sopir bus maut yang merenggut 21 nyawa di Cikidang, tepatnya di tanjakan yang menyerupai huruf S, Kampung Bantarselang, Desa/Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat terungkap, Minggu (9/9/2018).

Saat masuk jurang sedalam 30 meter, bus berpenumpang 38 orang tersebut dikemudikan oleh kernetnya, M Adam. pria 27 tahun ini menggantikan sopir utama, Jahidi alias Buyung, mulai Simpang Cikidang karena mengantuk.

Adam mengaku sejak awal sudah merasakan kondisi bus bermasalah. Ketika di lokasi kecelakaan, di turunan, rem tiba-tiba blong. Dia mengaku sudah berupaya memperlambat laju bus dengan membanting gigi ke posisi rendah dan menarik rem tangan.

Apes, upayanya gagal. Dia membanting ke kanan karena di sebelah kirinya ada sepeda motor.

“Mulai simpang saya gantikan sopir karena dia ngantuk. Rem tak berfungsi saat memasuki turunan di sekitar lokasi. Sudah oper gigi dan rem tangan agar berhenti, tapi nggak berhasil, akhirnya masuk jurang,” ungkap Adam kepada wartawan di RSUD Pelabuhan Ratu.

Setelah masuk jurang, dalam kondisi terluka, dia meninggalkan bus dengan alasan dihantui rasa takut dan ingin mencari air minum. Hingga akhirnya dia terjatuh dan pingsan di pinggiran Sungai, sekitar 2 kilometer dari lokasi kejadian.

(Baca: Ini Keterangan Saksi Soal Bus yang Renggut Nyawa 21 Penumpangnya)

Dia ditemukan warga kemudian dibawa polisi ke RSUD Pelabuhan Ratu untuk mendapatkan perawatan intensif, Minggu (9/9/2018) siang.

“Saya nggak kabur. Saya hanya cari minum ke rumah warga. Saya jatuh di pinggir sungai, saya nggak ingat apa-apa,” katanya.

Kepala Korlantas Mabes Polri, Irjen Pol Refdi Andri, belum memberikan keterangan terkait proses hukum yang akan disangkakan kepada Adam. Saat ini, kepolisian memberikan keleluasan kepada tim medis untuk mengobati luka parah yang dialaminya.

“Adam sempat menghilang dan baru ditemukan tadi siang oleh warga di pinggir sungai. Biarkan Adam istirahat dan memulihkan kondisinya dulu,” tegasnya.

(Baca: Ternyata Sri dan Ashary Baru Seminggu Lalu Bertunangan)

Terkait faktor penyebab kecelakaan, Kakorlantas menyebutkan ada empat faktor yakni kondisi jalan, kendaraan, manusia, dan cuaca. “Kami masih dalami dan segera melakukan evaluasi penyebab semua faktor itu,” ungkapnya.

Terungkap bus maut itu sejak 2016 tak melakukan uji KIR. Terlebih fakta di lapangan, PO bus tersebut tidak sesuai dengan data base di Korlantas Mabes Polri. Pemilik PO seharusnya tercatat PT Indonesia Indah Wisata, kenyataannya oleh PT Jakarta Wisata Transport.

“Kami belum bisa menyimpulkan bus itu disubkan atau bagaimana? Tunggu hasil penyelidikan nanti,” tandasnya. (sule/yp)