Sunday, 23 September 2018

Rusia Dituding Memata-matai Prancis dari Ruang Angkasa

Minggu, 9 September 2018 — 6:15 WIB
Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly (reuters)

Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly (reuters)

PRANCIS– Menteri Pertahanan Prancis menuduh Rusia melakukan tindakan spionase di angkasa luar terhadap satelit mereka.

Menurut Menhan Florence Parly, tahun lalu satelit mata-mata Rusia Luch-Olymp menghampiri Athena-Fidus, sebuah satelit milik Prancis dan Italia dan mencoba untuk menyadap transmisinya.

“Yang seperti itu disebut tindakan spionase,” kata Florence Parly.

Disebutkannya, Prancis telah mengambil langkah untuk memastikan agar komunikasi satelit itu aman, katanya. Satelit Athena-Fidus digunakan antara lain oleh pasukan Prancis dan Italia untuk saling bertukar bahan intelijen rahasia.

Ini ternyata bukan pertama kali terjadi. Amerika Serikat mengatakan, pada tahun 2015 satelit Rusia yang sama pernah mendekati dua satelit Intelsat AS.

Disebutkan, saat itu komando luar angkasa AS menghubungi Rusia saat itu mempermasalahkan tentang manuver ganjil dari satelit Luch.

Menurut Menhan Prancis Florence Parly, Prancis masih terus memantau Luch-Olymp “dan kami mencatat bahwa (satelit) itu terus bergerak aktif mendekati sasaran-sasaran lain pada bulan-bulan berikutnya”.

Satelit Rusia yang dipermasalahkan Prancis ini sejenis dengan yang mendekati satelit Amerika Serikat pada tahun 2015, tetapi mungkin bukan satelit yang sama.

Parly mengungkapkan hal itu di Cnes, pusat penelitian ruang angkasa Perancis di Toulouse. Athena-Fidus dibangun oleh Thales Alenia Space, sebuah perusahaan patungan Prancis-Italia.

Sebuah kelompok kerja Perancis sekarang ini sedang mengembangkan strategi baru untuk pertahanan ruang angkasa mereka. Menhan Parly mengatakan negara-negara besar sedang bereksperimen dengan teknologi ruang angkasa yang agresif, sehingga Prancis harus pula mengambil langkah. (BBC)