Thursday, 20 September 2018

23 Ribu Petani di Purwakarta akan Didaftarkan Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Senin, 10 September 2018 — 8:46 WIB
Agus R Suherlan, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta. (dadan)

Agus R Suherlan, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta. (dadan)

PURWAKARTA –  Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta memastikan para petani diwilayahnya akan diikutsertakan dalam program asuransi ketenagakerjaan.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Agus Rachlan Suherlan, mengatakan, penerapan asuransi bagi petani dianggap penting.

“Kita akan mendaftarkan 23 ribu petani dikepesertaan BPJS-TK. Mereka akan mendapati asuransi kesehatan, jaminan hari tua serta kematian,” jelas Agus, Senin (10/09/2018).

Agus berharap, dengan adanya perlindungan ini,  masa tua petani maupun buruh tani bisa cerah. “Kita istilahkan mereka akan punya “pensiunan,” ucap Agus.

Meski diakui dia, sebenarnya mayoritas petani sudah memiliki asuransi kesehatan maupun kecelAkaan, tetapi untuk asuransi ketenagakerjaan belum ada.

Dengan begitu, lanjut dia, pihaknya akan mengupayakan petani dan buruh tani terdaftar dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Apalagi saat ini sudah ada program kerja sama antara Pemprov Jabar dengan BPJS TK Kanwil Jabar di sektor pertanian. Untuk itu, di daerah tinggal merealisasikannya. “Support kita ini tentu harus diikuti animo petani merespon program ini. Preminya cukup murah Rp 16.800/jiwa/bulan,” ungkap Agus.

Kepala Cabang BPJSTK Kabupaten Purwakarta, Didi Sumardi, menegaskan, para petani ini akan dipermudah dalam besaran iuarannya. Yakni, hanya Rp 16.800 per bulan per jiwanya. Iuran yang terjangkau ini, karena masuk dalam kategori Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU).

Dengan demikian pembayaran preminya juga bisa dikolektifkan melalui penyuluh pertanian. “Meskipun preminya kecil, tetapi hak dan fasilitas yang diperoleh petani ini sama seperti karyawan perusahaan,” pungkasnya. (dadan/tri)