Tuesday, 25 September 2018

Erick Thohir Tidak Melanggar Olympic Charther

Senin, 10 September 2018 — 6:59 WIB
Pasangan Jokowi-Ma'ruf menunjuk Erick Thohir sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional dan Jusuf Kalla sebagai Ketua Dewan Pengarah Tim Pemenangan.

Pasangan Jokowi-Ma'ruf menunjuk Erick Thohir sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional dan Jusuf Kalla sebagai Ketua Dewan Pengarah Tim Pemenangan.

JAKARTA – Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir angkat bicara terkait adanya tudingan penunjukan dirinya sebagai Ketua Tim Sukses (Timses) calon Presiden dan Wakil Presiden, Jokowi-Ma’ruf Amin pada Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2019, telah melanggar Piagam Olimpiade (Olympic Charther).

“Saya hanya ingin meluruskan saja agar KOI tidak dikorbankan sehubungan dengan penunjukan saya sebagai Ketua Timses calon Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-Ma’ruf Amin. Tak ada masalah soal penunjukkan Timses dengan jabatan sebagai Ketua KOI,” kata Erick Thohir yang dihubungi di Jakarta.

Pada Piagam Olimpiade pasal 26 ayat 6 tertulis Komite Olimpiade harus bebas dari segala macam tekanan yang berpotensi membuat mereka tidak mematuhi aturan-aturan Olimpiade.

“Memang KOI itu diakui Komite Olimpiade Internasional (IOC) sebagai NOC. Tetapi, saya sendiri bukan sebagai anggota IOC. Perlu diketahui anggota IOC itu individual yang wajib mengikuti Piagam Olimpiade,” jelas Eto, panggilan akrab Erick Thohir.

Pada pasal 16 ayat 1, Komite Olimpiade Nasional (NOC) harus menjaga kehormatan Komite Olimpiade Internasional (IOC). Semangat Olimpiade harus dijaga dengan mematuhi kode etik yang sudah ditetapkan.“Soal menjaga kehormatan IOC sudah dibuktikan KOI dengan sukses melaksanakan Asian Games XVIII Jakarta-Palembang 2018. Itu sebagai bentuk kepatuhan KOI pada kode etik yang ditetapkan dalam Piagam Olimpiade. Makanya, IOC menghargai kinerja KOI dengan menjadikan Indonesia sebagai salah satu kandidat tuan rumah Olimpiade 2032,” tegasnya.

KELIRU

Secara terpisah, Sekjen KOI, Hellen Sarita Delima mengataan keliru jika Olympic Charter BAB II pasal 16 ayat 1 dijadikan sebagai patokan mempermasalahkan posisi Erick Thohir sebagai Ketua Umum KOI dengan Timses Jokowi-Ma’ruf Amin. “Pak Erick Tohir itu jelas bukan anggota IOC. Dan, beiau hanya Ketua Tim Kampanye bukan Ketua Parpol,” katanya.

Menurut Hellen, Erick Thohir ditunjuk sebagai Ketua Timses Jokowi-Ma’ruf Amin karena penghargaan atas kapasitasnya. Sebagai Ketua INASGOC dan Ketua Umum KOI, Erick Thohir berhasil mensukseskan Asian Games XVIII dan menghadirkan President IOC, Thomas Bach yang langsung menyatakan menerima Indonesia menjadi kandidat Tuan Rumah Olimpiade 2032. (prihandoko/bu)