Wednesday, 21 November 2018

Hari Kejepit Nasional

Senin, 10 September 2018 — 6:43 WIB
harptnas

PERNAH kejepit? Kayaknya semua orang pernah ya, kejepit apa saja, terutama pintu. Orang tua biasanya paling rewel, mengingatkan anak-anaknya agar jangan main pintu. “Nanti kejepit!” teriaknya.

Tapi, kadang baru saja selesai ucapan, anaknya sudah menangis karena benar-benar terjepit.” Tuh, kan, apa kata Ibu?” kata sang bunda. Tapi, bisa jadi ketika sang ibu itu ngomel, dia sendiri yang kena batunya, kejepit juga!

Jadi musibah kejepit, terjepit atau kegencet memang hanya tragedi kecil. Tapi, jangan diremehkan, kadang yang terlihat kecil bisa jadi masalah besar. Bayangkan jika yang terjepit itu jari-jari tangan dan ada kuku yang terlepas. Apa nggak masalah?

Ngomong-ngomong soal kejepit, maka biasanya pikiran kita melayang pada kata lain, ‘hari kejepit’, yang banyak orang menyingkat jadi ’harpitnas’, hari kejepit nasional!

Biasanya, ada satu hari efektif yang diapit tanggal merah. Bisa di awal atau di akhir pekan. Contoh, tanggal merah di Hari Selasa, akan menjadikan hari Senin terjepit. Atau merah Kamis, menjadikan Jumat terjepit!

Banyak orang mengartikan, satu hari kejepit ini mau apa di kantor? Tanggung,katanya. Oleh sebab itu, banyak yang memanfaatkan satu hari kerjepit ini meliburkan diri. Bagi yang nggak mau mengambil risiko ya izin cuti. Tapi, bagi yang masa bodoh, ya membolos sajalah. Soal risiko nantilah. Paling dimarahi, atau dicoret nggak dapat uang makan, uang transport? Mungkin ada yang lebih sadis, dipecat, begitu? Mudah-mudahan nggak ya?

Tapi, apapun disiplin harus ditegakkan. Siapapun kita, buruh, karyawan, atau Bos, bahwa kita harus berpacu dengan waktu. Satu hari bagi orang bisnis sangat luar biasa. Siapa tahu, itu adalah hari baik dan mendapatkan proyek besar? Bayangkan kalau nggak ada pegawai yang masuk?

Ingat, kita harus kerja dan kerja keras. Ingat lagi. Rupiah sedang terpuruk, Mas! -massoes