Saturday, 22 September 2018

Kecelakaan di Bali, Bule Amerika ini Selamat Berkat Facebook

Senin, 10 September 2018 — 11:13 WIB
*Illustrasi

*Illustrasi

BALI – Berkat media sosial, turis atau wisatawan Amerika ini lolos dari maut.  Mikey Lythcott (36), bersama temannya Stacey Eno nyawanya selamat karena menggunakan  bantuan salah satu fitur milik Facebook.

Cerita tentang  Mikey ini berawal pada 22 Agustus 2018. Saat itu, saat pria  yang tinggal di Lisbon, Portugal, tersebut berlibur di Bali bersama seorang teman bernama Stacey Eno.

Mereka mengendarai sepeda motor di kawasan Ubud dan mengalami kecelakaan fatal hingga jatuh ke jurang. “Saat saya mau belok, saya mengerem secara normal, tapi remnya kurang pakem sehingga kami tidak berhasil belok dengan sempurna,” ungkap Mikey seperti dilansir CNN.

Mikey dan Stacey bertemu di Thailand pada Februari 2018. Stacey mengajar bahasa Inggris di Gwangju, Korea Selatan, dan mereka berdua kemudian berencana bertemu di Bali. Mereka ternyata baru berada di Bali selama tujuh jam sebelum insiden nahas itu terjadi.

“Punggung saya terasa nyaris patah,” tutur Mikey. “Saya tidak bisa bergerak dan hampir tidak bisa bangun karena terjebak dalam semak-semak yang gelap. Setiap saya bergerak saya terus tergelincir.”

Mikey mengaku tidak bisa melihat apa-apa selain langit yang menembus pepohonan. Ia menjelaskan hanya mendengar suara air dan terpisah dengan Stacey serta tidak bisa bergerak sama sekali.

Mikey sempat pasrah hidupnya akan berakhir. Karena posisi di mana ia dan Stacey terjatuh sangat sulit dijangkau dan jauh dari keramaian.

“Aku sempat berpikir, ‘Aku akan mati di sini,’ karena tidak ada yang tahu kita ada di sini dan kita berdua terluka. Untuk sesaat aku bahkan tidak ingat bagaimana kita bisa sampai di sana,” kenang Mikey lagi.

Facebook Penyelamat Hidup

Saat ingatannya kembali, ia bergegas untuk melakukan sesuatu lewat smartphone miliknya. Mikey sebenarnya membawa smartphone dengan kartu SIM lokal, namun sayangnya perangkatnya itu terlempar jauh.

Beruntung smartphone-nya dengan nomor AS berada di dalam jaketnya. Meski dalam kondisi baterai yang hampir habis, nyatanya smartphone itu bisa menyelamatkan nyawa Mikey dan Stacey.

“Saya mendapatkannya (smartphone miliknya) dan menyalakan roaming internasional. Walau sinyalnya sangat sedikit,” kata Mikey.

Ia kemudian mengunggah sebuah postingan darurat alias SOS di akun Facebook miliknya.

Setelah itu, ia hanya bisa menunggu. “Tolong. Dalam bahaya. Hubungi polisi,” tulisnya, lewat Facebook.

Seorang teman Mikey bernama Aimee Sparks melihat posting SOS itu. Ia mengaku terkejut dan khawatir ketika melihat postingan dari Mikey tersebut.

“Saya melihat postingan Mikey hanya satu atau dua menit setelah Mikey mengunggahnya,” kata Aimee. “Saya bekerja secara remote dan sering membuka Facebook saat saya bekerja. Saya melihatnya (postingan Mikey) dan tentu saja terkejut dan khawatir ia telah dibius atau diculik,” lanjutnya, dilansir CNN.

Diketahui, Aimee dan Mikey telah berteman sejak 2004 ketika keduanya bertemu di Seattle. Mereka berdua pernah berlibur bersama pada 2014 ke Nepal.

Setelah melihat postingan Mikey itu, mulanya Aimee ingin mengirimkan pesan lewat Facebook. Tapi kemudian ia sadar jika ada opsi panggilan telepon sekarang di Facebook dan ia pun meneleponnya.

“Senang sekali saya berbicara dengannya (Mikey) karena beberapa orang khawatir ponselnya dicuri atau akunnya diretas. Dan saya bisa mengatakan, saya tahu suaranya dan saya tahu itu dia, bahwa dia sangat terluka parah dan butuh bantuan,” tambah Sparks.

Gotong royong online

 Tidak hanya Aimee, teman-teman Facebook Mikey yang lain juga turut membantu. Berdasarkan informasi lokasi yang diberikan, seorang teman di Vancouver mulai membuat panggilan terhadap kenalannya yang ia miliki di Indonesia.

Bahkan, seorang teman yang berada di Los Angeles menggunakan peta online untuk mencari tahu lokasi Mikey, yang kemungkinan berada di dekat air terjun dan mempostingnya di postingan itu. Peta tersebut lalu diberikan kepada tim penyelamat di lapangan.

Teman Mikey yang lain yang berada di Praha mencatat nomor konsulat dan temannya di Belanda menghubungi polisi lokal di Bali.

“Sekelompok teman-teman Mikey mem-posting nomor telepon untuk dihubungi, dan saya menghubungi seorang wanita bernama Christine di konsulat. Dia memberi saya email-nya dan saya mengirim screenshot peta lokasi Mikey,” kata Sparks.

“Aku tidak ingin memikirkan apa yang akan terjadi jika dia tidak memiliki ponselnya, atau jika baterainya mati,” kenangnya.

Tak hanya Facebook, ternyata WhatsApp juga yang masih berada di bawah naungan Facebook, turut berjasa menyalamatkan Mikey. Ia berhasil mengirimkan lokasi keberadaannya menggunakan share location di aplikasi WhatsApp.

“Saya mendapat telepon dari seorang pria bernama Joe dari (konsulat) yang mengatakan bantuan akan datang tetapi saya harus membantunya menemukan saya,” kata Mikey.

“Saya memberitahunya ada sebuah hotel dekat lokasi saya, dan saya bilang saya tepat sebelum hotel tersebut. Kemudian baterai saya habis,” ungkap Mikey yang merasa bersama Stacey sudah kehilangan kesadaran.

Syukurlah, keesokan harinya bantuan datang. Mikey dan Stacey dibawa ke rumah sakit terdekat, tetapi karena dibutuhkan pemeriksaan sinar X, mereka dipindahkan ke Rumah Sakit BIMC di kawasan Kuta.

Mikey menjalani rangkaian operasi akibat luka parah yang dialaminya. Ia mengaku berada di rumah sakit sampai 3 September. Adik perempuannya datang dan menemaninya hingga dokter memastikan Mikey bisa pulang ke AS untuk menyelesaikan masa pemulihannya.

Sementara itu, Stacey mengalami patah tulang pipi dan beberapa luka lainnya. Meski begitu, Stacey masih bisa pulang ke rumahnya dengan selamat.

“Perjalanan pria ini (Mikey) ke Indonesia untuk bertemu saya secara spontan menjadi negara ke-55 yang didatanginya! Ia benar-benar menginspirasi saya. Saya tahu jalan-jalan itu bisa jadi mengerikan dan berisiko tapi hal ini tidak akan membuat kami berhenti,” tegas Stacey.(tri)