Monday, 24 September 2018

Layanan Pembuatan SIM di Satpas Pasar Segar Depok Puaskan Warga

Senin, 10 September 2018 — 23:04 WIB
Anggota tengah memberikan informasi sebelum pelaksaan tes di Satpas Pasar Segar dalam  pembuatan SIM. (Angga)

Anggota tengah memberikan informasi sebelum pelaksaan tes di Satpas Pasar Segar dalam pembuatan SIM. (Angga)

DEPOK  – Warga Kota Depok mengapresiasi terhadap sistem pelayanan  di Satpas 1221 Pasar Segar, Satlantas Polresta Depok. Layanan itu  selain cepat juga tersedia pelayanan pelatihan praktek gratis.

Dalam hal ini disambut antusias masyarakat hingga ada yang sudah beberapa kali ikut tes tidak lulus, namun dengan kegigihan dan keseriusan akhirnya bisa lulus.

Hal tersebut dialami oleh salah seorang pemohon pembuat SIM C, Habib Abu Bakar Al-Atos, tokoh agama asal Sukmajaya Kota Depok ini meski sudah mencoba mengikuti proses pembuatan SIM sebanyak 2 kali tetap gagal. Namun atas kegigihan dan keseriusannya dalam mengikuti tes yang ketiga kalinya akhirnya berhasil.

“Saya mengikuti proses tes pembuatan SIM C sudah sebanyak 2 kali gagal. Sama anggota diarahkan untuk balik lagi minggu depan dan akhirnya dicoba lagi yang akhirnya bisa lolos,”ujarnya saat membuat SIM di Satpas Pasar Segar Polresta Depok, Senin (10/9).

Tahapan yang dilalui Habib Abu Bakar, melakukan cek kesehatan setelah itu membeli formulir seharga Rp.120 ribu dengan melampirkan kartu identitas, lalu mengikuti tes teori dan praktek.

“Pelayanan yang ada di Satpas Polresta Depok sudah sangat profesional sekali, meski memakan waktu lama namun belajar dari kegagalan menjadi bisa”katanya.

Sementara itu Kasat Lantas Polresta Depok Kompol Sutomo pihaknya terus berupaya semaksimal mungkin untuk dapat memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada masyarakat terutama dalam pembuatan SIM.

Salah satunya pelayanan tentang pelatihan praktek yang dijadwalkan pada Selasa dan Jumat dengan waktu mulai dari 06.00 WIB hingga 08.00 WIB.

“Masyarakat dapat menggunakan fasilitas terbaru kita di Satpas Pasar Segar yaitu pelatihan praktek kendaraan oleh instruktur yang telah terlatih tanpa ada biaya alias gratis,Bagi masyarakat yang selalu gagal t dalam ujian praktek bisa terlebih dahulu melakukan pelatihan praktek lebih dulu sesuai yang sudah dijadwalkan” katanya. (Angga/win)