Wednesday, 19 September 2018

Makna Obor Bagi Warga Tanjung Priok Saat 1 Muharam

Senin, 10 September 2018 — 22:34 WIB
Warga Papanggo, Jakarta Utara, peringati 1 Muharram dengan menggelar pawai obor. (deny)

Warga Papanggo, Jakarta Utara, peringati 1 Muharram dengan menggelar pawai obor. (deny)

JAKARTA – Pawai obor dan juga pentas budaya, diikuti ratusan warga Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, dalam rangka memperingati 1 Muharram atau Tahun Baru Islam 1440 Hijriah, Senin (10/9/2018) malam.

Tak hanya anak-anak pengajian dari Yayasan Miftahul Qalbu XXI, perayaan Hari Besar Islam tersebut juga diikuti para para jamaah dari DKM Masjid Miftahul Huda. Sebelum berkeliling, mereka berkumpul lebih dulu di persimpangan Jalan Warakas X, Gang 21.

Ketua Yayasan Miftahul Qalbu XXI, Ismail, mengatakan pawai obor dalam rangka peringatan 1 Muharram atau Tahun Baru Islam tersebut, merupakan tahun ketiga yang diselenggarakan warga. Kegiatan pun, tak lain untuk menyambut suka cita Tahun Baru Islam.

pawai obor-(deny)

“Makna di balik obor ini adalah semangat bagi masyarakat, terutama kaum Muslim agar bisa menjalani kehidupan lebih baik lagi pada tahun mendatang,” ucapnya. Melalui semangat pawai obor tersebut juga, ia berharap dapat meningkatkan rasa persaudaraan di wilayah tempat tinggal.

Lurah Papanggo, Maryono, yang turut melepas acara pawai obor tersebut mengapresiasi terhadap warganya yang masih peduli terhadap kegiatan keagamaan. “Mudah-mudahan kita mendapat ridho dan hidayah-Nya,” ungkapnya sambil meminta peserta menjaga ketertiban. (deny/win)