Tuesday, 25 September 2018

Pelukis Ini Perkenalkan Indramayu Hingga ke Korea

Senin, 10 September 2018 — 6:20 WIB
Pelukis Indramayu, Syayidin (kiri) berfoto bersama saat pameran lukisan  internaisonal di Korsel, beberapa waktu lalu. (Ist.)

Pelukis Indramayu, Syayidin (kiri) berfoto bersama saat pameran lukisan internaisonal di Korsel, beberapa waktu lalu. (Ist.)

KEPIAWAIANNYA di bidang seni lukis, mengantarkan salah seorang pelukis asal Indramayu, Jawa Barat, Syayidin sukses mengikuti pameran di Open Art Space Marge Gallery, Busan, Korea Selatan (Korsel), beberapa waktu lalu. Ia bangga bisa memperkenalkan kota kelahirannya itu dan juga tentunya Indonesia.

Dengan menghabiskan waktu selama 10 hari di Negeri Ginseng itu, Syayidin mengaku banyak memperoleh kesan berharga sebagai tambahan wawasannya selaku pelukis handal. “Yang jelas, pergaulan internasional itu mempertajam wawasan,” katanya.

Menurutnya, ketika seorang seniman lukis melangkahkan kaki, lebih jauh ke tempat yang lebih luas di internasional maka akan banyak hal yang dapat digali. Misalnya, pengalaman, wawasan dan intelektualitas.

“Kecenderungan pergaulan internasional berbeda dengan nasional,” ucapnya. Sedangkan perihal marketing lukisan, menurutnya terbilang relatif. Ia beralasan karena yang namanya karya lukis di mana pun tempatnya tetap tidak jauh berbeda.

Sedangkan kalau dilihat dari sisi pengunjungnya, ia mengatakan jumlah pengunjung pamerannya di Korsel itu tidak banyak berbeda dengan pengunjung pameran lukisan yang diselenggarakan di dalam negeri.

“Karya yang saya bawa mempunyai tema lokal Indramayu. Intinya membawa misi budaya Indonesia baik dari sudut pandangan alam, politik dan lainnya. Tapi saya juga harus tetap mengikuti tema yang ditetapkan dari pameran itu sendiri.” kata jebolan Institut Seni Indonesia (ISI).

PERENUNGAN

Ia menjelaskan, karena seni lukis itu merupakan seni yang membutuhkan beberapa hal, salah satunya perenungan. Karena seni rupa itu salah satu seni kontemplasi, perenungan, tidak seperti orang nonton konser musik, tuturnya.

Pameran lukisan yang diikutinya di Busan, Korea Selatan itu merupakan pameran bersama yang diikuti lima pelukis asal Indonesia dan tujuh pelukis dari Korsel. Pameran bersama yang diikutinya di Open Art Space Marge Gallery, Busan, Korsel itu tidak lepas dari peran sahabatnya yaitu seniman pematung ternama di Indonesia Noor Ibrahim.

Pria berusia 51 tahun ini merupakan seorang pelukis yang telah meraih banyak prestasi diantaranya Beasiswa study banding Shanghai Art Contemporary, Shanghai Art Biennale dari Jakarta auction di Shanghai, Karya terbaik I lomba lukis buku cerita “Muto Sang Penasehat” Depdiknas tingkat Nasional di Jakarta, dan masih banyak lagi.

Bagi bapak tiga orang anak ini, seni lukis merupakan nafas hidupnya yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupannya sehari-hari. Melalui media kanvas, ia telah mengangkat dirinya ke jejeran pelukis ternama di tanah air.(taryani/bu)