Tuesday, 25 September 2018

Wuih, Omset Bank Sampah Induk Satu Hati Capai Rp4,1 Miliar

Senin, 10 September 2018 — 23:15 WIB
PHL Sudin LH Jakbar tengah menata sampah pilahan di bank sampah induk. (Dok: Tarta)

PHL Sudin LH Jakbar tengah menata sampah pilahan di bank sampah induk. (Dok: Tarta)

JAKARTA  – Sejak didirikan pada Agustus 2017, omset Bank Sampah Induk (BSI) Satu Hati yang dikelola Suku Dinas Lingkungan Hidup (SDLH) Jakarta Barat kini mencapai Rp4,1 miliar. Khusus selama 2018, omset BSI Satu Hati berkisar Rp2,6 miliar.

“Bank Sampah Induk ini memiliki 775 bank sampah unit (BSU) di delapan kecamatan dengan total nasabah 336.000 warga,” kata Kepala SDLH Jakbar, Edi Mulyanto, Senin (10/9/2018).

Ia menjelaskan keberadaan BSI dan BSU sangat penting untuk menekan volume sampah yang dibuang ke TPA Bantargebang, Bekasi. Caranya melalui pemilahan sampah anorganik yang masih bernilai ekonomis untuk dijual kembali ke bank sampah.

Dari hasil pemilahan sampah tersebut mampu menangani 820 ton/hari dari total volume 1500 ton setiap hari. “Warga kini semakin sadar untuk memilah sampah anorganik. Terbukti volume sampah yang dibuang ke TPST Bantargebang terus berkurang,” terangnya.

Adapun untuk pengangkutan sampah di BSI Satu Hati dalam melayani 775 BSU, tersedia 15 truk yang digunakan secara mobile ke seluruh wilayah Jakbar. (Rachmi/win)