Saturday, 22 September 2018

Kenalan Lewat Facebook,

ABG Ini Disekap dan Dijadikan Budak Seks Selama 16 Hari

Selasa, 11 September 2018 — 21:49 WIB
Illustrasi

Illustrasi

LAMPUNG – Kenal lewat Facebook lalu janjian ketemu dengan iming-iming akan dicarikan kerja ternyata NR ,15 , warga Tanggamus. Lampung diperkosa, disiksa lalu disekap selama 2 pekan oleh SM ,19, di wilayah Kalideres, Jakarta, sampai akhirnya polisi menangkap pelaku dan membawa pulang korban Selasa (11/9/2018).

Kepada polisi, NR menuturkan, selama 16 hari dibawa kabur oleh SM (19), warga Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus, yang dikenalnya melalui Facebook.

Ia dipaksa melayani nafsu bejat SM belasan kali sejak dibawa ke rumah sepupunya di wilayah Kalideres, Jakarta Barat.

“Waktu di Jakarta, SM bukannya mencarikan pekerjaan tapi malah membawa saya ke kontrakan kakak sepupu SM berinisial D, di Kalideres, Jakarta Barat. Selama di sana saya dipaksa melayani nafsu bejat SM. Bukan hanya itu sepupu SM yakni D juga minta dilayani tapi saya melawan sampai akhirnya saya disiksa, dicekik dan dikunci dari luar setiap mereka pergi,” ungkap NR.

Kasat Reskrim Polres Tanggamus, AKP Devi Sujana tidak bisa menutupi kegeramannya dan memerintahkan memburu D ketika mendengar pengakuan korban NR

“Anggota mengamankan tersangka SM dan korban NR dikontrakan D, di Kalideres, Jakarta Barat, D ini tidak ada di kontrakan, tapi sudah kami perintahkan memburu D,” kata Devi Sujana, Selasa (11/9/2018) malam.

Adapun modusnya tersangka SM ini berkenalan di Facebook kemudian mencabuli korban belasan kali dengan tipu daya mengajak bekerja di Jakarta. Tapi itu hanya akal-akal tersangka untuk melampiaskan nafsunya.

Menurut ibu korban yakni KS ,50, pututrinya itu menghilang sejak Minggu 26 Agustus 2018. Sejak itu putus kontak dengan putrinya yang pamit mau cari kerja di Jakarta. KS curiga takut terjadi sesuatu pada putrinya sehingga melapor ke Polres Tanggamus.

Atas perbuatannya menculik dan mencabuli anak di bawah umur, tersangka SM dijerat pasal 76D jo pasal 81 dan 76 Fjo psl 83 UU RI No. 17 Tahun 2016 ancaman maksimal 15 tahun penjara. (Koesma/b)