Wednesday, 21 November 2018

Dianiaya di Malaysia, Pekerja Indonesia Takut Lapor Polisi

Selasa, 11 September 2018 — 15:12 WIB
ilustrasi

ilustrasi

JAKARTA – Pekerja migran Indonesia babak belur di Malaysia. Kondisi memilukan Utih binti Awat itu viral di media sosial akhir Agustus 2018.

Perempuan 43 tahun itu ketakutan melapor ke kepolisian setempat. Ia dipulangkan ke kampung halamannya di Sukabumi, Jawa Barat.

“Namun yang bersangkutan menyatakan tidak mau membuat laporan polisi terkait sikap majikannya karena hanya ingin segera kembali ke Indonesia berkumpul bersama keluarga,” ujar Yuli Adiratna, Kasubdit Perlindungan TKI Dit PPTKLN Kementerian Ketenagakerjaan, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (10/9/2018).

Menurutnya, Utih telah bekerja 18 bulan sebagai penatalaksana rumah tangga (PRT) di Malaysia. Ia berangkan ke negeri jiran melalui sebuah perusahaan dan juga agensi Malaysia di daerah Ipoh, Perak, Malaysia. “Izin perusahaan yang memberangkatkan ini telah berakhir &tapi tidak diperpanjang,” tandasnya.

Sebelumnya keberadaan Utih tak diketahui keluarga selama 3 bulan terakhir. Ia diketahui setelah media soal mem-viral-kan kondisi mengenaskannya lalu ada yang terherak membawanya ke klinik di Ipoh, Perak, Malaysia. Utih mengalami pendarahan di kepala dan pembekuan darah sehingga mengakibatkan luka memar membiru di bagian wajah, terutama di sekitar mata.

Aparat KBRI Kuala Lumpur and Atase Ketenagakerjaan di Malaysia pun menjemput serta membawa PMI Utih ke rumah perlindungan sementara KBRI untuk proses kepulangan. “Guna memastikan hak-hak saudari Utih terpenuhi, pihak perwakilan RI di Malaysia telah membuat laporan polisi di Balai Polis Sg. Senam, Ipoh, Perak, Malaysia,” ujar direktur Penempatan & Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri (PPTKLN), Soes Hindharno. (rinaldi)