Friday, 16 November 2018

Dilamar Jadi Timses Kubu Jokowi dan Prabowo, Ini Sikap Yenny Wahid

Selasa, 11 September 2018 — 0:30 WIB
Yenny Wahid. (yendhi)

Yenny Wahid. (yendhi)

JAKARTA РZannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid alias Yenny Wahid jadi incaran dua kubu yang bakal berkompetisi di Pilpres 2019. Kubu Jokowi sudah mengajaknya, bahkan Presiden Jokowi sudah mengunjungi rumahanya. Hari ini (Senin, 10/9) Cawapres Sandiaga Uno juga mengajaknya jadi timses  Prabowo-Sandi.

Mengenai tawaran dari Sandi, ¬†Yenny mengaku belum mengetahui. “Bukan ketua, tadi sih saya denger-denger masuk pokoknya ke tim pemenangan,” ungkap dia.

Mendapat tawaran tersebut, Yenny tidak langsung menyanggupi melainkan akan memikirkan matang-matang disamping mendapat restu dari sang ibunda, Shinta.

“Jadi ya kita pertimbangkan dulu semuanya pada akhirnya saya akan konzultasi dengan ibunda saya, kalau beliau mengizinkan yang mana, jangan-jangan gak dikasih izin. kita kan gak tahu juga,” kata Yenny.

Karena ada tawaran ganda itu, , putri kedua dari Gus Dur tersebut berharap ada restu dari Shinta agar dirinya bisa menentukan pilihan untuk memberikan dukungan baik kepada kubu Prabowo-Sandi maupun kubu Joko Widodo (Jokowi)-KH. Ma’ruf Amin.

“Sebisa mungkin saya berharap izin turun dari ibunda saya, jadi kita bisa leluasa menetapkan pilihan. Karena ibunda saja sebagai pihak yang mungkin dianggap lebih netral sementara anak-anaknya bolehlah mungkin membantu salah satu calon,” tutur dia.

Yenny juga mengakui mendapat tawaran dari pasangan Jokowi-KH. Ma’ruf untuk menjadi bagian dari Tim Kampanye Nasional. “Ajakan dari kedua belah pihak sudah ada, pak Jokowi kan sudah hari Jum’at, pak Sandiaga hari ini, besok pak Prabowo. Jadi kita menghormati semua proses yang sedang terjadi, komunikasi dan dialog dengan semua, sholat istikharah dulu,” tandas Yenny.

Sementara Sandiaga belum memberikan kepastian apakah akan mengajak Yenny masuk dalam struktur Tim Kemenangan Nasional atau tidak. Mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu hanya menyebut Yenny sebagai bagian keluarga Gus Dur bisa memperjuangkan keberagaman dan toleransi.

“Mungkin lebih tepat Mba Yenny menjadi dan merawat keberagaman ini, saya tidak ingin saling tarik tarikan kayak transfer kata Pak Prabowo. Jangan seperti transfer pemain sepak bola, saling panas-panasan terus tarik menarik,” kata Sandiaga. (Yendhi/win)