Wednesday, 19 September 2018

Penambang Temukan Dua Bongkah Batu Bertatahkan Emas Bernilai Ratusan Miliar

Selasa, 11 September 2018 — 7:10 WIB
Spesimen terbesar, dengan berat 95 kg itu ditemukan mengandung lebih dari 2.400 ons emas, kata perusahaan pertambangan Kanada RNC Minerals.

Spesimen terbesar, dengan berat 95 kg itu ditemukan mengandung lebih dari 2.400 ons emas, kata perusahaan pertambangan Kanada RNC Minerals.

JAKARTA– Penambang di Australia Barat menemukan dua bongkah besar batu bertatahkan emas yang masing-masing diperkirakan bernilai jutaan dolar.

Spesimen terbesar, dengan berat 95 kg, ditemukan mengandung lebih dari 2.400 ons emas, kata perusahaan pertambangan Kanada RNC Minerals.

Perusahaan itu mengatakan telah mengekstraksi emas senilai sekitar C$15juta (Rp164 miliar) dari sebuah tambang dekat Kalgoorlie pekan lalu.

Seorang insinyur pertambangan menggambarkan temuan itu mrupakan hal yang ‘sangat langka.’

“Orang-orang terkadang masih menemukan bongkahan emas di ladang-ladang emas, tetapi biasanya besarnya kurang dari beberapa ons,” kata Profesor Sam Spearing, direktur Western Australia School of Mines di Curtin University.

Perusahaan pertambangan menaksir bongkahan terbesar nilainya sekitar C$4juta (Rp43 miliar). Dikatakan bongkahan terbesar kedua – spesimen 63 kg dengan perkiraan 1.600 ons emas – ditaksir bernilai C$2,6 juta (Rp28 miliar).

Batuan itu sendiri terdiri dari kuarsa, kata perusahaan itu.

Penambang di Australia sering mengekstrak emas, namun paling-paling hanya memperoleh 2 g emas per ton batu, kata Prof Spearing kepada BBC. RNC Minerals mengatakan mereka telah mengekstrak 2.200 g per ton.

“Sangat, sangat jarang kita memperoleh hasil pada tingkat itu. Ini adalah penemuan yang sangat langka dan sangat menarik,” kata Profesor Spearing.

Dia mengatakan bahwa partikel emas sering terlalu kecil untuk dilihat oleh mata manusia.

Tambang emas Beta Hunt sebelumnya lebih dioperasikan sebagai pertambangan nikel hingga penemuan minggu lalu itu.

Bulan Juni lalu mereka menyusuri urat emas, yang terletak 500 m di bawah tanah, setelah menemukan jejak emas tak jauh dari permukaan tanah di sana.

Pimpinan Eksekutif RNC Minerals Mark Selby mengatakan batu terbesar itu akan dilelang sebagai barang koleksi. (BBC)