Tuesday, 25 September 2018

Tamu Diminta Membayar, Ini yang Terjadi pada Pernikahan Susan

Selasa, 11 September 2018 — 11:22 WIB
ilustrasi

ilustrasi

JAKARTA –Seorang wanita Kanada mendadak tenar di dunia maya usai membatalkan pernikahannya hanya empat hari menjelang Hari H. Ini dilakukannya karena undangan menolak membayar 1.500 dolar AS untuk bisa hadir di acara itu.

“Secara khusus, saya meminta hadiah uang tunai. Bagaimana kita bisa memiliki pernikahan yang kita impikan tanpa pendanaan yang tepat?” tulis wanita yang disebut dengan Canadian Susan itu di Facebook yang dibagikan oleh seseorang yang mengaku sebagai sepupunya.

“Maksud saya, berapa sih 1.000 dolar AS, atau 1,500 dolar AS? Jelas, nggak banyak. Ini akan sangat mudah dikelola dan sesuai anggaran. Saya malah pernah mendengar orang meminta lebih buruk dari apa yang saya lakukan,” katanya seperti dilansir Odditycentral.

Semula, semua tampak berjalan sesuai rencana. Keluarga tunanganya memberi 3.000 dolar AS untuk membantu mereka mewujudkan pernikahan mereka. Apalagi seumlah teman juga berjanji untuk ikut berkontribusi.

Hanya saja, saat Hari H itu tiba, hanya ada delapan tamu yang datang. Semua terkumpul 1.1500 dolar Kanada. Ini berarti rencana biaya pernikahan berantakan.

“Kami sangat marah,” tulis Susan. “Bagaimana sih ini, semua kan nggak akan terjadi tanpa sedikit aja bantuan dari teman-teman. Untuk membuat keadaan jadi lebi buruk, keluarga mantan tunangan mengambil apa yang telah mereka berikan. Lalu mendadak satu per satu mundur termasuk sahabatku dari kecil. Ini benar-benar menyedihkan.”

Pasangan ini melakukan apa yang bisa mereka kerjakan sebulan sebelum pernikahan. Mereka mencari dana untuk biaya pernikahan, memberi tahu teman untuk menyumbang bahkan membuat kampanye yang hasilnya terkumpul 250 dolar AS.

Putus asa, Susan akhirnya mengusulkan pada pasangannya untuk menikah di Las Vegas saja. Tapi ia akhirnya menertawai gagasan itu.
“Apa-apaan ini, menikah kok di tempat judi di Vegas. Kesannya murahan,” katanya.

Hubungan antara Susan dan tunangannya makin memburuk. Apalagi empat hari menjelang pernikahan Susan membuka masalahnya di Facebook. Dengan ini, siapa saja bisa tahu bahwa hubungan mereka telah berakhir dengan alasan “ada masalah yang tidak dapat diperbaiki”.

Namun ia bersikukuh bahwa meminta orang yang menghadiri pernikahan mereka harus membayar 1.500 dolar AS adalah tindakan yang normal.

“Jadi permintaan kami 1,500 dolar AS terhadap semua adalah normal adanya. Jika memang tak berkontribusi, ya tidak diundang ke pernikahan eksklusif kami. Ini kan pesta sekali seumur hidup,” tulis Susan.

Patah hati, wanita ini akhirnya bersiap plesir dua bulan melalui Amerika Selatan untuk memulihkan suasana hatinya. (yp)