Thursday, 20 September 2018

Viral Video Dangdutan di Kuburan, Ini Kata Penjaga Makam

Selasa, 11 September 2018 — 10:53 WIB
Kondisi panggung yang sama sekali tak menyentuh makam. (Ifand)

Kondisi panggung yang sama sekali tak menyentuh makam. (Ifand)

JAKARTA – Video viral yang menyorot areal kuburan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Kelapa, Jakarta Timur, dijadikan panggung dangdutan, dibantah. Penjaga makam menyebut kuburan yang ada, sama sekali tak terkena imbas dalam kegiatan tersebut.

Petugas Penjaga Keamanan TPU Pondok Kelapa, Ida Nurdin mengatakan, keberadaan panggung yang menjadi viral itu letaknya bersebelahan dengan makam-makam yang ada. Sehingga tak terjadi kerusakan kuburan seperti yang disampaikan dalam video tersebut. “Panggung yang berdiri itu sama sekali tak kena makam,” katanya, Selasa (11/9/2018).

Nurdin menjelaskan, panggung didirikan pada ruas jalan yang membatasi TPU dengan pemukiman warga di RT 004/04 Kelurahan Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur. Saat itu, warga atas nama Suyadi yang mengadakan hajatan dengan menggelar dangdutan.

“Cuma karena letaknya yang sangat mepet, makanya terlihat di video seperti berada di atas makam. Padahal itu tidak kena sama sekali,” ujarnya.

(BacaUssy Sulistiawaty Mendadak Dangdutan di Ulang Tahun Kyra)

Nurdin juga menyebut, dirinya sudah menjelaskan permasalahan itu ke pimpinan bahwa lokasi panggung tidak masuk area TPU. Dan yang dipakai untuk kegiatan itu hanya bagian jalan dengan didirikan tenda di jalan pintu keluar.

“Ini buktinya masih ada, semua kelihatan nggak ada makam yang digunakan untuk mendirikan panggung,” terangnya sambil menunjukan lokasi.

Selama ini, kata Nurdin, antara pemukiman dengan TPU memang tidak dibatasi pagar sehingga setiap hari anak-anak juga bermain di area TPU. Selain itu, akses warga menuju jalan raya pun melewati area TPU. “Nah yang punya hajat juga nggak punya lahan, makanya digunakan pinggir makam yang letaknya persis di samping TPU ini,” ungkapnya.

(BacaDemo Diguyur Hujan, Driver Taksi Online Asyik Dangdutan)

Nurdin juga menambahkan, akses jalan masuk ke pemukiman warga dahulunya sempat akan dibuatkan pintu. Namun belum sempat hal itu terealisasi, warga sudah melakukan protes karena menilai hanya jalan itu sebagai satu-satunya akses jalan.

“Dulu juga pernah pintu gerbang utama kami tutup, cuma warga langsung protes soalnya ini jalan juga dilintasi anak-anak untuk ke sekolah,” sambungnya.

(BacaSopir Taksi Online Dirampok Dibuang di Kuburan, Pelakunya Dibekuk)

Nurdin juga menilai video viral yang selama ini berkembang dinilai salah karena tidak berada di area makam. Dan sebelum menggelar hajatan itu, pengurus RT juga sudah mengirim surat pemberitahuan. “Surat itu berisi hajatan akan dilakukan pada Sabtu (8/9/2018) dengan hiburan organ tunggal atau dangdut. Dan yang penting, saya juga jaga keamanan jangan sampai makam dirusak,” sambung Nurdin.

Video hajatan dengan penampilan panggung dangdut di depan kuburan, menjadi viral di media sosial. Dalam video yang beredar di Facebook maupun Youtube, panggung dangdut tampak berdiri di depan barisan kuburan. Meski pemandangan depan batu nisan, namun biduan tetap asyik bernyanyi. (ifand/ys)