Sunday, 18 November 2018

Ada Iklan Jokowi di Film Bioskop, Timses Tak Mau Itu Disebut Kampanye

Rabu, 12 September 2018 — 17:56 WIB
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSI Raja Juli Antoni .(firda)

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSI Raja Juli Antoni .(firda)

JAKARTA – Belum waktunya kampanye, muncul iklan  Jokowi di sejumlah bioskop di Tanah Air. Hal itu kemudian  menjadi perbincangan netizen (warganet) sebab hal itu  dianggap mencuri start  kampanye. Namun, kubu Jokowi-Ma’ruf Amin membantah itu buatan mereka.

“Yang pasti iklan di bioskop itu sama sekali tak ada hubungan dengan tim kampanye nasional (TKN). Tidak ada policy, tidak ada perbincangan tentang itu. Jadi ini murni policy dari Kominfo. Jadi ini bukan kampanye,” ujar Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Raja Juli Antoni, di High End, Jakarta Pusat, Rabu (12/9).

Sekjen PSI itu menilai iklan tersebut hanyalah menyampaikan capaian kinerja pemerintahan Jokowi-JK. Hal ini tidak masalah sebab presiden-presiden sebelumnya juga melakukan hal yang sama.

“Coba kita lihat zaman Pak SBY, zaman Bu Mega, atau zaman orde baru. Itu suatu hal yang biasa terjadi, pemerintah mengkomunikasikan achievement-nya,” jelasnya.

Dia menegeaskan, justru iklan tersebut menyajikan sebuah transparansi bagi masyarakat. Misalnya, pemerintah menggunakan pajak yang dibayarkan untuk hal-hal yang bermanfaat. “Menjawab uang pajak yang sudah disetor itu ada manfaatnya, jadi bendungan, jadi kereta api,” katanya.  “Jadi agak aneh kalau dianggap kampanye terselubung segala macam,” tutup Toni.

Iklan berdurasi singkat itu merupakan potongan dari video panjang yang bertajuk “2 Musim, 65 Bendungan”. Video lengkap berdurasi lebih 4 menit di-posting Presiden Jokowi di akun YouTube-nya pada 23 Juli 2018.

Iklan itu menggambarkan bendungan-bendungan yang dibangun sebagai bagian dari ketahanan pangan. Iklan yang juga terdapat suara Presiden Jokowi itu diakhiri dengan tagar #MenujuIndonesiaMaju dan pesan Jokowi yang berbunyi: “Membangun bendungan akan menjamin produksi pangan kita di masa depan. Karena kunci ketahanan pangan adalah ketersediaan air,” suara Jokowi tersebut.  (win)