Monday, 24 September 2018

Anthony Sunarya Sarankan Erick Thohir Mundur dari Ketua KOI

Rabu, 12 September 2018 — 19:39 WIB
Mantan anggota KE KOI era Rita Subowo, Anthony Sunarya.

Mantan anggota KE KOI era Rita Subowo, Anthony Sunarya.

JAKARTA – Mantan anggota Komite Eksekutif (KE) Komite Olimpiade Indonesia (KOI) era Rita Subowo, Anthony Sunarya menyarankan Erick Thohir mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum KOI. Hal itu diungkapkan Anthony setelah Erick memutuskan menjadi tim sukses pasangan Capres-Cawapres, Joko Widodo-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019.

Bila mengacu pada Piagam Olimpiade (OC), keputusan Erick tersebut, kata Anthony telah melanggar Pasal 16 Ayat 1 dan Pasal 27 ayat 6. Di situ tertulis, anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC) harus menjaga diri dari pengaruh komersial, ras/agama, maupun politik. Atau dengan kata lain, anggota IOC wajib memiliki otonomi penuh agar tugas-tugasnya sebagai motor gerakan Olimpiade bebas dari intervensi.

“Sekarang pak Erick selesaikan dulu saja masalah laporan-laporan Asian Games 2018. Setelah itu beliau mundur,” kata Anthony menanggapi jabatan Erick yang juga sebagai Ketua Panitia Pelaksana Asian Games Indonesia (Inasgoc).

(BacaErick Thohir Tidak Melanggar Olympic Charther)

Sebelumnya, Erick berkilah bahwa dirinya bukan pihak yang wajib mematuhi OC. KOI, selaku lembaga yang dipimpinnya memang anggota IOC. Namun, secara pribadi, dia tidak termasuk bagian dari organisasi yang bermarkas di Lausanne, Swiss, tersebut.

“Memang KOI itu diakui Komite Olimpiade Internasional (IOC) sebagai NOC. Tetapi, saya sendiri bukan sebagai anggota IOC. Perlu diketahui anggota IOC itu individual yang wajib mengikuti Piagam Olimpiade,” kata Erick.

“Saya hanya ingin meluruskan saja agar KOI tidak dikorbankan sehubungan dengan penunjukan saya sebagai Ketua Timses calon Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-Ma’ruf Amin. Tak ada masalah soal penunjukkan Timses dengan jabatan sebagai Ketua KOI,” lanjutnya.

(BacaJokowi Minta Penyelenggara Para Asian Games Ikuti Sukses Asian Games)

Namun hal itu justru ditanggapi berbeda oleh Anthony. “Sebelum mengeluarkan statement, seharusnya Erick membaca dulu OC secara keseluruhan. Karena KOI ini NOC, otomatis ketuanya juga merupakan anggota IOC. Dan jelas juga kok aturannya, setiap Ketua maupun Sekretaris Jenderal NOC dan pimpinan IF adalah anggota IOC juga. Jadi tak bisa Pak Erick beralasan dia bukan anggota IOC,” tegas Anthony, Rabu (12/9/2018).

Lagipula, kata Anthony dengan rangkap tugas KOI dan Ketua Timses yang diemban Erick dapat menjadi perseden buruk bagi olahraga Indonesia. “Setiap Timses pasti memiliki potensi menjadi sasaran tembak lawan politik. Otomatis, serangan tersebut mau tak mau juga menyasar ke KOI,” tuntasnya. (junius/ys)