Saturday, 22 September 2018

Awak Bus Luar Kota Keluhkan Munculnya Travel Perjalanan di Luar Terminal Kampung Rambutan

Rabu, 12 September 2018 — 9:24 WIB
Teks foto : keberadaan agen travel yang dikeluhkan awak bus karena keberadaannya. (Ifand)

Teks foto : keberadaan agen travel yang dikeluhkan awak bus karena keberadaannya. (Ifand)

JAKARTA –  Awak bus di terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, mengeluhkan keberadaan agen travel perjalanan yang ada di lajur pintu keluar terminal.

Keberadaan agen travel itu dinilai akan menghancurkan pendapatan mereka, yang selama ini jelas-jelas sudah bayar retribusi.

Agen travel Mandalika Expres yang dikeluhkan para awak bus, karena keberadaannya yang juga disekitar terminal. Seharusnya, pihak terkait tak menyetujui dibukanya agen travel yang nantinya membuat penumpang beralih dan enggan masuk terminal.

“Kalau begini buat apa semua bus disuruh masuk dan ambil penumpang di dalam terminal,” kata Djoko, 42, awak bus, Selasa (11/9/2018).

Atas permasalahan itu, Djoko pun berharap Dinas Perhubungan DKI untuk segera menindaklanjuti keluhan awak bus. Pasalnya, keberadaan agen travel itu dinilai akan menurunkan pendapatan mereka.

“Kami semua terdaftar untuk melayani penumpang dan membayar retribusi. Ya kalau mau buat agen jangan di lingkungan terminal, di lokasi yang jauh dari sini,” ungkapnya.

Terkait masalah itu, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI, Sigit Wijatmoko mengaku belum mengetahui keberadaan agen travel tersebut. Ia pun menyebut akan segera melakukan pengecekan atas keluhan awak bus. “Kami akan segera cek keberadaan agen travel yang dikeluhkan tersebut,” katanya.

Menurut Sigit, seharusnya memang tidak boleh ada agen yang letaknya disekitar terminal bus. Karena itu, ia juga akan mengecek terkait izin usaha yang normatifnya menjadi kewenangan Dinas PTSP dan Penanaman Modal.

“Kami akan mengecek terkait keberadaan agen travel tersebut apakah sudah memiliki izin resmi atau belum,” tegasnya.

Terpisah, kepala PTSP Kecamatan Ciracas, Septy Viprianty yang dikonfirmasi wartawan mengaku sama sekali belum mengeluarkan izin untuk beroperasinya agen travel tersebut.

“Sampai saat ini kami belum keluarkan izin resmi atas beroperasinya agen travel yang dimaksud,” pungkasnya. (Ifand/tri)