Monday, 24 September 2018

Data Pemilih Kacau, KPU DKI Kembali Gelar Rapat Koordinasi

Rabu, 12 September 2018 — 7:30 WIB
KPU DKI

JAKARTA – Data pemilih untuk Pileg dan Pilpres tahun 2019 mendatang, kacau. KPU DKI Jakarta kembali menggelar rapat koordinasi pelaksanaan penyempurnaan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu tingkat Prov. DKI Jakarta, Selasa (11/9/2018) malam.

Rapat koordinasi tersebut digelar atas rekomendasi Bawaslu RI pada Rapat Pleno Rekapitulasi Nasional 4-6 September lalu.

KPU DKI mengundang seluruh pengurus partai tingkat DKI Jakarta. KPU DKI sudah menetapkan jumlah pemilih dalam DPT pada rapat Pleno KPU DKI tanggal 20 Juni yang lalu.

Jumlah yang sudah terdaftar dalam DPT ada 7.211.891 pemilih dengan jumlah pemilih laki-laki 3.596.640 pemilih dan perempuan 3.615.251 pemilih yang tersebar di enam wilayah Jakarta. Jumlah tersebut diperoleh setelah daftar pemilih sementara (DPS) sebanyak 7.230.130 pemilih diverifikasi ulang.

Anggota Tim Data Partai Gerindra DKI Jakarta, Ahmad Sulhy mengatakan, berdasarkan hasil sisiran Tim Data Partai Gerindra DKI Jakarta, ditemukan Data NIK dan KK Invalid sebanyak 1.243.896 dan data ganda 27.178.

Sulhy mengatakan, seharusnya KPU DKI tak perlu buru-buru penetapkan data pemilih tetap (DPT) Pemilu Serentak 2019.

“Soal DPT ini mestinya KPU DKI mengedepankan sikap kehati-hatian, mengingat besok kebutuhannya selain Pemilu Legislatif dan DPD juga serentak untuk pemilihan Presiden. Ini penting, karena DPT merupakan pangkal untuk menciptakan Pemilu yang jujur, adil dan demokratis,” ujarnya.

Diketahui, sebelumnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta telah menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) untuk Pemilu Tahun 2019.

Ketua Divisi Perencanaan dan Data KPU Provinsi DKI Jakarta Partono mengatakan, sebelum menetapkan DPT, KPU DKI Jakarta telah melakukan beberapa hal seperti menerima masukan dan tanggapan masyarakat, menindaklanjuti data invalid dan ganda.”Kita tunggu saja hasil rapatkoordinasi ini.” (john/b)