Saturday, 22 September 2018

Demi Olimpiade Tokyo, Eko Yuli Rela Turun Kelas

Rabu, 12 September 2018 — 17:40 WIB
Peraih medali emas angkat besi Asian Games 2018, Eko Yuli Irawan

Peraih medali emas angkat besi Asian Games 2018, Eko Yuli Irawan

JAKARTA – Lifter andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan mengaku sudah siap untuk meneruskan prestasi gemilangnya usai mempersembahkan medali emas Asian Games 2018 saat tampil di Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang. Namun usaha Eko kali ini tidak akan mudah, mengingat ia harus turun kelas dari 62 kilogram menjadi 61 kilogram.

Berdasarkan aturan baru Federasi Angkat Besi Interbasional (IWF), kelas 62 kg sudah dihapus dan diganti dengan kelas 61 kg. Itu artinya, Eko harus memilih turun kelas. Lifter kelahiran Lampung tersebut lantas mengaku tidak masalah kelas 62 kg sudah tidak dilombakan. Secara fisik, berat badan hariannya berkisar antara 63-64 kg. Itu, artinya, Eko harus bisa menurunkan berat badannya dalam eaktu kurang dari dua bulan ini. Maklum, Eko dan kolega bakal tampil pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018 di Ashgabat, Turkmenistan, bulan November 2018 mendatang.

Meski demikian, Eko akan tetap fokus menjalani program latihan yang akan digelar di Mako Pasmar 2 Kwini, pekan depan atau dua minggu pasca Asian Games 2018. “Dengan persiapan kurang dari dua bulan, saya pikir cukup untuk mencapai berat badan ideal. Yang pasti saat ini saya masih melanjutkan program sebelumnya. Karena program tersebut tujuannya sampai Olimpiade 2020,” tandas Eko saat ditemui di Jakarta, belum lama ini.

(BacaSetelah Asian Games 2018, Eko Yuli dkk Langsung Fokus Berlatih untuk Olimpiade)

Pola makan yang sehat dan puasa masih menjadi treatment jitu peraih medali emas Asian Games 2018 tersebut dalam menjaga berat badannya. Selain itu, untuk latihan beban, akan dua kali lipat lebih keras. Sebab, tidak dipungkiri dengan menurunnya bobot tubuh, akan linier dengan menurunnya kekuatan. Dengan meningkatkan beban latihan, praktis akan meningkatkan kepadatan dan massa otot ketika lemak terkikis dengan diet yang dijalani. Di sisi lain, secara mental, Eko sedang dalam tren positif.

Namun sukses pada Asian Games 2018, belum sepenuhnya menjamin Eko bisa mengulangi prestasi di Tokyo, seperti Olimpiade 2 tahun lalu di Brasil. Saat itu Eko mampu meraih medali perak bagi Indonesia. Apalagi para pesaing Eko yang sebelumnya absen di Asian Games 2018 akibat sanksi larangan berkompetisi selama satu tahun, seperti dari Tiongkok dan Kazakhstan sudah bisa tampil di Olimpiade Tokyo, dua tahun mendatang. Itu sebabnya, penting bagi Eko untuk mengintip kekuatan para pesaingnya pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018 nanti.

(BacaAsal Mula ‘Masuk Pak Eko’ yang Viral)

Kabidbinpres PB PABBSI Alamsyah Wijaya bahkan sudah merencankan Eko untuk turun di kelas 61 kilogram pada perhelatan akbar cabang angkat besi di Turkmenistan tersebut. “Kami sudah rencanakan sejak surat IWF dan AWF (Federasi Angkat Besi Asia) turun Februari lalu. Jadi kemungkinan Eko akan turun di kelas 61 kilogram pada Kejuaraan Dunia nanti,” ucap Alamsyah. (junius/ys)