Sunday, 18 November 2018

Demokrat Dituding Bermain di Dua Kaki, AHY : Satu Kaki Pincang Dong!

Rabu, 12 September 2018 — 23:31 WIB
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (ist)

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (ist)

JAKARTA – Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjawab isu terkait tudingan Partai Demokrat bermain dua kaki dalam Pilpres 2019.

AHY dengan tegas membantah Demokrat bermain dua kaki mendukung dua pasangan bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno dengan Jokowi Widodo (Jokowi)-KH. Ma’ruf Amin sekaligus.

“Setiap partai punya kedaulatan dan Demokrat juga punya kedaulatan, urusan internal biarkan kami yang akan membahas sesuai dengan mekanisme dan juga kelaziman yang berlaku di partai kami,” kata AHY di kediaman orangtuanya SBY Jalan Mega Kuningan Timur VII, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (12/9/2018).

Dia menegaskan, Partai Demokrat tetap konsisten dengan dukungan mereka kepada Prabowo-Sandiaga dalam Pilpres 2019.

“Yang jelas tidak berubah sampai hari ini dan Insya Allah hingga akhir masa kampanye 2019 Partai Demokrat akan tetap bersama-sama dengan pasangan Prabowo-Sandi untuk bisa menyukseskan beliau dan mengantar beliau-beliau ini menjadi pemimpin amanah adil bagi masyarakat,” ujar AHY.

Putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut sempat berseloroh bahwa Demokrat main dua kaki. Namun, dua kaki yang dia maksud adalah satu kaki mendukung Prabowo-Sandi dalam Pilpres dan satu kaki mensukseskan pemilihan legislatif.

“Yang jelas kalau ada yang bilang main dua kaki, memang harus dua kaki karena kalau satu kaki pincang dong. Kanan kita ingin yakin pilpres kita sukses menang, kaki kiri pemilihan legislatif tidak tidak boleh ditinggalkan,” ungkap dia.

Pemilu 2019, lanjut AHY, adalah momentum berbeda karakter dibandingkan pemilu sebelumnya. Pasalnya, setiap partai akan fokus pada pilpres dan pemilihan legislatif serentak.

“Pilres kita berharap akan menetukan pilihan ke Prabowo-Sandi dan pemilihan legislatif tentunya para calon legis Demokrat juga akan terus berjuang, saya yakin Gerindra juga berjuang, biar rakyat yang akan menetukan siapa yang akan duduk di wakil rakyat di DPR RI maupun provinsi kabupaten dan kota,” tegas AHY.

Dia meminta agar isu Demokrat tidak loyal kepada Gerindra sebagai partai koalisi dalam Pilpres atau main dua kaki tidak lagi menjadi pembahasan utama.

“Gak usah panjang urusan internal yang ditabrak-tabrakkan satu sama lain nanti tidak produktif, sayang waktu kita terbatas kita lebih baik membicarakan yang dibutuhkan rakyat,” tandas AHY. (Yendhi/b)