Sunday, 23 September 2018

Ketua Majelis Nasional Vietnam Puji Jokowi

Rabu, 12 September 2018 — 21:21 WIB
Joko Widodo bertemu dengan Ketua Majelis Nasional Vietnam Nguyen Thi Kim Ngan di Hanoi, Rabu (12/9). (ist)

Joko Widodo bertemu dengan Ketua Majelis Nasional Vietnam Nguyen Thi Kim Ngan di Hanoi, Rabu (12/9). (ist)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo bertemu dengan Ketua Majelis Nasional Vietnam Nguyen Thi Kim Ngan di Hanoi, Rabu (12/9/2018). Dalam pertemuan tersebut Jokowi menyampaikan tiga isu terkait hubungan kedua negara.

Pertama, Jokowi menyambut baik kerja sama antar-parlemen Indonesia-Vietnam. Hal ini menurut Presiden perlu terus ditingkatkan termasuk melalui saling kunjung dan kerja sama erat di forum antarparlemen kawasan dan internasional. “Saya harap kerja sama parlemen juga dapat mempromosikan prinsip-prinsip demokrasi di kawasan,” kata Jokowi.

Kedua adalah penguatan hubungan kemitraan strategis yang perlu terus diperkuat. Salah satunya, kemarin telah ditandatangani Rencana Aksi Implementasi Kemitraan Strategis Indonesia-Vietnam periode 2019-2023.

“Keberhasilan implementasi rencana aksi akan bantu kita hadapi ekonomi global yang terus tidak menentu. Untuk itu saya harap dukungan dari Yang Mulia dan parlemen Vietnam,” kata Jokowi.

Ketiga adalah kerja sama sosial budaya. Ini kerjasama people to people akan mempererat hubungan masyarakat secara nyata. “Untuk itu Indonesia-Vietnam perlu tingkatkan konektivitas kedua negara,” kata Jokowi.

Sementara itu, Ketua Majelis Nasional Vietnam Nguyen Thi Kim Ngan memuji Indonesia atas prestasinya di berbagai bidang di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Kesuksesan penyelenggaraan Asian Games 2018 adalah salah satunya.

“Saya juga mengucapkan selamat kepada Indonesia yang telah terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB masa bakti 2019-2020 dan kepemimpinan Indonesia di kawasan,” kata Ketua Majelis Nasional Vietnam.

Pada kesempatan ini atas nama pemerintah Vietnam, Ketua Majelis Nasional Vietnam mengucapkan rasa bela sungkawa atas bencana gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu. (Johara/b)