Wednesday, 19 September 2018

Peringati 1 Muharam, Ratusan Anak Yatim Mendapat Santunan dari Kapolsek Sukmajaya

Rabu, 12 September 2018 — 15:34 WIB
Kapolsek Sukmajaya Kompol IGN Bronet Ranapati bersama tokoh agama Abu Bakar Al Atos memberikan santunan anak yatim dhuafa. (angga)

Kapolsek Sukmajaya Kompol IGN Bronet Ranapati bersama tokoh agama Abu Bakar Al Atos memberikan santunan anak yatim dhuafa. (angga)

DEPOK –  Ratusan yatim piatu dan dhuafa wilayah Sukmajaya dan Cilodong, mendapatkan santunan dari Kapolsek Sukmajaya Kompol IGN Bronet Ranapati dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 H di Polsek Sukmajaya, Jalan Bahagia, Sukamaju, Sukmajaya Kota Depok, Rabu (12/9/2018).

Pemberian santunan terhadap 100 anak yatim piatu dan kaum Dhuafa ini sekaligus dalam mewujudkan kedekatan anggota dengan masyarakat untuk dapat lebih dipercaya.

Sebelum pemberian santunan, seluruh anggota Polsek Sukmajaya menggelar doa bersama. “Kita  mendoakan keamanan negara Republik Indonesia serta hijrah berlomba meningkatkan kebaikan di Tahun Baru Islam ini,” ujar Kapolsek Sukmajaya Kompol IGN Bronet Ranapati didampingi Wakapolsek Sukmajaya AKP Syah Johan usai acara.

Mantan Kanit Buser Polresta Depok  ini mengungkapkan demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif anggota tidak dapat bekerja sendiri tanpa ada peran serta masyarakat.

“Di Tahun Baru Islam hari yang baik ini,  anggota dapat membentuk Insan Polri yang berakhkal Karima demi melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat,” tambahnya.

Kompol IGN Bronet Ranapati juga memberikan piagam kehormatan kepada warga yang peduli terhadap lingkungan masyarakat. Warga tersebut yaitu Herwanto Setiawan,  Adi darsono , dan Desyiranto akrab dipanggil Ujang.

Terpisah Desyiranto akrab dipanggil Ujang ini menuturkan selama enam tahun dirinya telah mengabdi menjadi relawan di Polsek Sukmajaya.

“Saya tidak nyangka akan mendapatkan piagam penghargaan dari Bapak Kapolsek  seperti mimpi. Selama bantuin tugas anggota di Polsek sudah 6 tahun,  saya sudah iklas meski harus bekerja tanpa harus dibayar,” tutupnya. (angga/tri)