Monday, 24 September 2018

Petani Berharap Pemerintah Naikkan Harga Garam

Rabu, 12 September 2018 — 10:54 WIB
Kartiso sedang mengeruk endapan kristal putih alias garam. (taryani)

Kartiso sedang mengeruk endapan kristal putih alias garam. (taryani)

INDRAMAYU – Petani garam di  Kecamatan Krangkeng, Indramayu, Jawa Barat  berharap pemerintah turun tangan  membantu menaikkan harga garam di tingkat petani. Sejak  panen garam hingga kini, harga garam di Kecamatan Krangkeng terus merosot.

Salah seorang petani garam warga  Desa Kalianyar, Kartiso, 48  kepada Pos Kota, Rabu  (12/9/18) mengemukakan, petani garam menyambut gembira musim panen garam tahun sekarang. Namun sangat disayangkan, harga garam mengalami penurunan terus menerus. Semula harga garam  mencapai Rp.1.000 per Kg,  menjadi Rp900/kg untuk jenis garam Kelas satu, sedangkan garam kelas dua Rp800 per Kg.

“Penurunan harga garam  tak sebanding dengan biaya produksi, terutama pembelian  plastik untuk alas produksi garam yang relative mahal.   Plastik ukuran panjang 220 Meter lebar 4 Meter  harganya  Rp2.400.000,” katanya.

Plastik dibutuhkan petani garam guna membantu proses produksi,  sehingga kualitas dan kuantitas garam lebih baik.

Dijelaskan Kartiso, jika menggunakan alas plastik, hasil panen garam lebih cepat. dan dapat menghasilkan garam Kualitas I yang warnanya lebih putih dan bersih  harga jualnya  Rp900 per Kg. Sementara jika tak menggunakan plastik, kualitas garam  kurang bagus,   berwarna kemerah-merahan.  Jenis garam ini tergolong Kualitas dua  yang harganya  Rp800 per Kg.

Produksi garam yang menggunakan alas  plastik, kata Kartiso, memiliki kelemahan. Jika  garam itu dicuci untuk membersihkan kotoran mudah hancur. “Beda dengan produksi  garam yang tak beralaskan  plastic,  garamnya tidak mudah hancur, kendati dicuci beberapa kali,” katanya.

Musim panen garam di  Kecamatan Krangkeng, terjadi sejak awal Agustus 2018 hingga sekarang. Produksi  garam terbesar berada di  Desa Krangkeng, Kalianyar dan Desa Tanjakan. Produksi terendah mencapai 1 ton per hektar.

Namun, Kartiso  menyayangkan harga garam di tingkat petani terus merosot, sehingga  petani lebih suka menyimpan garam hasil panen di gudang mereka sambil menunggu membaiknya harga jual.

Petani berharap,  pemerintah membantu  menaikkan harga garam di tingkat petani,  seperti beberapa tahun lalu yang harganya mencapai Rp2.300 per Kg. (taryani/mb)