Tuesday, 25 September 2018

Puluhan Lapak dan Bangunan Liar di Jalan Raya Proklamasi, Depok II Tengah Dibongkar Paksa Satpol PP

Rabu, 12 September 2018 — 14:53 WIB
Puluhna petugas Satpol PP Depok saat membongkar paksa lapak dan bangunan liar sepanjang Jl.  Raya Proklamasi,  Depok II Tengah.  (anton)

Puluhna petugas Satpol PP Depok saat membongkar paksa lapak dan bangunan liar sepanjang Jl. Raya Proklamasi, Depok II Tengah. (anton)

DEPOK –  Puluhan warung dan lapak jualan makanan dan warung rokok di sepanjang Jl.  Raya Proklamasi, Depok II Tengah,  Sukmajaya dibongkar petugas.

Pedagang sempat menolak dan merengek agar tempat usahanya tidak dibongkar,  alasanya karena belum memiliki tempat penganti usaha di lingkungan sekitar.

“Tolong lah Pak jangan dibongkar. Saya belum dapat lokasi penganti untuk pindah dari sini, ” ucap Ny.  Tini,  pemikik warung nasi di Jl.  Raya Proklamasi, Depok II Tengah kepada sejumlah petugas Satpol PP Kota Depok,  Rabu (13/9/2018).

Permintaan agar lapak jualan yang berdiri permanen dibawah pohon pinggir jalan tersebut tidak diindahkan petugas terlebih saat ditunjukan bukti adanya tanda terima surat peringatan (SP3) yang telah dikirim sebanyak tiga kali.

Menurut dia,  sampai saat ini belum mendapatkan lokasi baru untuk berjualan kalaupun ada lokasinya terlalu jauh dari tempat semula.  “Tolong lah Pak.  Beri kami beberapa hari untuk mencari lokasi baru, ” rajuknya yang  berharap kayu atau tempat jualannya bakal dibongkat sendiri secepatnya.

Sudah Diperingatkan

 Sementara itu,  Kepala Satpol PP Kota Depok Yayan Arianto didampingi Kasietranstibum setempat Kusumo,  mengatakan program penertiban sudah direncanakan sejak lama setelah pemilik lapak diberikan surat peringatan.

Pihaknya sudah memberikan waktu toleransi cukup lama tapi tidak juga diindahkan.  Puluhan petugas Satpol PP dipimpin Kabid Transtibum dan Panwal Satpol PP Kota Depok, Kusumo,  langsung membongkar lapak dan bangunan liar serta membantu pemilik warung mengangkat barang dagangan dan membongkar tempat jualannya.

Pihaknya, tambah dia,  tidak main bongkar dan tertibkan saja bangunan tapi sudah melalui tahapan baik teguran lisan dan tertulis hingga memberikan surat peringatan agar pemilik pindah dan membongkar sendiri tempat usahanya.

Ada 13 unit bangunan liar dan 22 lapak jualan yang ditertibkan karena mengganggu ketertiban umum dan berada dipinggir jalan atau jalur hijau.

Keberadaan pedagang dan bangunan liar di sepanjang Jl.  Raya Proklamasi,  Depok II Tengah menambah kesan kumuh dan semrawut terlebih di tengah permukiman perumnas Depok II Tengah dan Timur.  (M8/anton/tri)